BENGKALIS, GORIAU.COM - Berdasarkan pantauan satelit NOAA,di Kabupaten Bengkalis terdapat sebanyak 20 titik api yang tersebar di beberapa kecamatan. Yang terbanyak di Kecamatan Bukitbatu, diantaranya Desa Tanjung Leban ada 3 titik, Api-api 3 titik, Tenggayung 2 titik dan Desa Bukitbatu 1 titik. Di Pulau Bengkalis terdapat 5 titik, yang tersebar di Penebal 2 titik dan Temeran 3 titik.

''Itu berdasarkan pantauan satelit NOA, Rabu (26/3/2014). Kalau berdasarkan satelit Aqua di Kabupaten Bengkalis ada 18 titik api, sementara satelit Terra hanya 3 titik api saja, salah satunya di Kecamatan Pinggir," ujar Kepala Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, H Arman AA ketika dihubungi, Kamis (27/3/2014).

Sementara dampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis belum menimbulkan kabut asap yang membahayakan bagi kesehatan. Berdasarkan alat pemantau ISPU milik Chevron, kualitas udara di Duri berkisar di angka 100-an.

''Laporan yang kita terima siang tadi, kondisi udara di Duri Indeks ISPU di kisaran angka 100. Kendati demikian, kita tetap mengimbau kepada masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama untuk anak-anak. Apalagi saat ini cuaca panas  terik,'' ujar Arman.

Di Pulau Bengkalis, kualitas udara juga masih sehat kendati cukup banyak ditemukan titik api. Hanya saja panas cukup terik mencapai suhu 38-39 derajat celcius. Hal ini disebabkan tiupan angin yang cukup kencang sehingga membawa asap ke daerah lain. Hanya saja dampak dari tiupan angin kencang ini mengakibatkan api cepat menyebar.

''Memang kita terbantu dari asap oleh tiupan angin kencang ini. Tapi di sisi lain, kobaran api makin cepat membesar karena dibantu oleh kencangnya tiupan angin,'' ujar Arman.(jfk)