SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku sudah sangat kewalahan dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi sejak sebulan belakangan. Meski sudah lebih dari 4000 hektare hutla ludes terbakar, namun pemadaman masih sulit dilakukan karena sulitnya mendapatkan sumber air.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti, Ir M Murod MM MH, ketika ditemui di kantornya, Selasa (25/2/2014) sore.
"Kendala di lapangan adalah susahnya mendapatkan sumber air untuk proses pemadaman," kata M Murod.
Ditambahkan Murod lagi, satu-satunya jalan untuk pemadaman karhutla hanya dengan hujan buatan dan bom air. Saat ini kebakaran juga terjadi di wilayah Desa Tanjung Darul Takzim Tebing Tinggi Barat dan di Kecamatan Tasik Putri Puyu.
"Saya hanya bisa mengajak masyarakat membuat sekat api. Karena yang penting bagaimana pemukiman warga bisa selamat dari kebakaran. Kalau pun kita kirimkan mesin pemadam, juga percuma, sebab tidak ada sumber air," kata Murod lagi.
Sebagai tambahan, dari data dinas kehutanan sudah lebih dari 4000 hektare lahan baik perkebunan maupun hutan ludes sudah terbakar di enam kecamatan yakni Tebing Tinggi Barat, tebing Tinggi Timur, Rangsang, Rangsang Pesisir, Merbau, dan Tasik Putri Puyu.(zal)