PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan sebelumnya cukup kebingungan mengurus aset bergerak salah satunya mobil dinas. Namun saat ini telah teratasi dengan solusi penempelan stiker ; "mobil ini milik Pemkab Pelalawan".
Bupati Pelalawan HM Harris usai apel dan upacara pada Hari Kesadaran Nasional, Selasa (17/9/2013), di halaman Kantor Bupati telah melakukan pemasangan stiker secara simbolis.
Pada pemasangan stiker itu, dua unit kendaraan dinas dibawa ke lapangan kemudian orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan itu diperkenankan menempelkan stiker bertuliskan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan lambang daerah tepat di bawah tulisan. Tulisan dan logo itu ditempel di pintu depan sebelah kanan, tepat disamping kemudi kendaraan.
"Jadi kalau mau diganti menjadi plat hitam, kuning atau apapun akan ketahuan jika itu kendaraan milik kita. Kemanapun dibawa juga ketahuan dan kalau ditutupi atau diganti, kita berikan sanksinya nanti," kata Bupati Pelalawan HM Harris saat dikonfirmasi.
Harris mengatakan bahwa penempelan stiker itu merupakan salah satu cara untuk mendata aset-aset bergerak seperti mobil dinas yang dimilik oleh Pemda. Tak hanya itu, penempelan ini juga sekaligus untuk menata kembali seluruh Mobdin yang selama ini telah bercerai-berai, lantaran masih banyak kendaraan jabatan yang dikuasai mantan pejabat.
"Bahkan, kurangnya penataan aset ini, menjadi temuan dalam pemeriksaan rutin dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, penataan aset yang semrawut ini juga turut menghalangi Pemkab Pelalawan dalam mendapatkan gelar Wajar Tampa Pengecualian (WTP). Tapi kalau sudah seperti ini, maka kita bisa membenahinya secara pelan-pelan. Memberikan kesadaran jika mobil dinas itu bukan milik kita, tapi punya negara," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aset Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, Yumardi menjelaskan bahwa pihaknya akan memasang stiker pertanda Pemkab Pelalawan itu bagi seluruh mobdin di jajaran Satuan Kerja (Satker), Sekretariat DPRD, dan dinas-dinas yang ada tanpa terkecuali. Namun penempelannya dilakukan bergilir dan sesuai jadwal dengan memulainya dari Setda hingga menyusul dinas-dinas lainnya.
"Kami targetkan, dalam dua pekan ini semua mobdin sudah dipasangi stiker," tandasnya.
Saat ini, sambungnya, pihaknya akan menertibkan semua kendaraan plat merah yang masih berkeliaran dan dikuasai mantan pejabat atau yang sudah non job. Dan sampai saat ini, sebanyak 18 Mobdin sudah berhasil ditarik kembali dari pejabat yang menggunakannya tidak sesuai dengan posisi dimilik atau tidak lagi menjabat. Seluruh hasil tarikan, disimpan di areal parkir Kantor Bupati menunggu jadwal pelelangan. Memang tidak tergolong mudah untuk menyita kembali aset berjalan itu, tetapi belum ada yang sampai dibawa ke luar Provinsi Riau.
"Ada sekitar 25 unit lagi yang akan kita sita. Surat penarikan sudah kita kirim dan akan dieksekusi secepatnya. Posisi mobil dan siapa yang memegang sudah terdata semuanya," ringkas dia.(ilm)