
RUPAT, GORIAU.COM - Negeri kaya raya belum tentu rakyatnya sejahtera. Paling tidak itu yang dirasakan sebagian besar warga di Rupat Utara, Bengkalis, Riau. Meski masih merupakan bagian dari sebuah kabupaten kaya seperti Bengkalis dan Riau yang berada di urutan ketiga sebagai provinsi terkaya di Indonesia, ternyata tidak membuat Rupat Utara juga semakin molek.
Daerah yang merupakan pemilik potensi wisata pantai terbaik di Riau ini, ternyata tidak didukung dengan infrastrukur jalan yang memadai. Jalan berdebu saat kemarau serta becek saat musim hujan merupakan pemandangan yang sudah biasa di daerah ini.
Bukan itu saja, jembatan penghubung pun hanya berupa titian kayu yang disusun-susun untuk membantu kendaraan yang melintas di jalan yang memiliki panjang sekitar 100 km, menghubungkan Batu Panjang di Rupat Selatan dan Tanjung Medang di Rupat Utara.
''Diperlukan perjuangan yang kuat untuk menempuh jarak lebih kurang 100 kilometer tersebut. Dalam kondisi cuaca panas saat ini, disamping debu yang pekat untuk menembus jalanan menuju pantai favorit di Rupat Utara itu, juga jalan yang berlubang serta beberapa sarana penghubung seperi jembatan/box coulvert yang tidak ada,'' ujar anggota DPRD Riau, Eddy A Mohd Yatim kepada GoRiau.com, Kamis (27/2/2014).
Menurut Eddy, kondisi ini memang menjadi penghalang untuk kemajuan daerah, sehingga waktu tempuh yang semestinya bisa dilakukan satu jam setengah, menjadi hampir 5 atau enam jam. Sebab, kendaraan roda empat hanya mampu melaju dalam kecepatan 20 atau 30 km perjam. ***