PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski Riau menjadi salah satu daerah dengan produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, namun masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi secara maksimal. Dimana Perkebunan Rakyat Swadaya dirasakan belum terbina secara menyeluruh.

Hal yang menonjol dimana pemilihan bibit untuk produksi masih dirasa kurang berbobot. Untuk itu, Gubernur Riau, H Annas Maamun berencana akan menguatkan masyarakat dengan memberikan penyuluhan langsung.

"Kita akan kuatkan nantinya dengan membentuk sebuah kelembagaan yang fokus untuk pembinaan masyarakat nantinya," kata Annas usai membuka Seminar dan Musda Aspek-PIR Riau, di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Kamis (27/2/2014).

Annas juga menyinggung bagaimana masyarakat bisa piawai dalam menentukan program-program apa yang dijalankan, hingga menentukan harga untuk penjualan nantinya.

Dirinya cukup menyayangkan masih banyak masyarakat yang menjalankan usaha di bidang pertanian dan perkebunan dengan sistem yang belum terstruktur.

"Banyak dari mereka yang beralih dari bertanam padi ke kelapa sawit, namun mereka tidak mempertimbangkan aspek yang harus mereka lakukan, termasuk salah pilih bibit. Akhirnya ya sia-sia, panen tak maksimal dan keuntungan juga tidak ada, lebih bagus yang sebelumnya saja," ujar Annas.

Untuk itu, ke depan, Annas mengatakan Pemprov Riau bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk membantu masyarakat dalam pengadaan bibit nantinya, terutama untuk kalangan miskin.

"Intinya bersungguh-sungguh, Insya Allah jadi," kata mantan Bupati Rokan Hilir ini.***