PEKANBARU, GORIAU.COM - Beberapa hari belakangan ini, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kembali terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. Akibatnya, harga bensin ditingkat eceran menjadi Rp 9 ribu per liter.
Menurut Mega, salah seorang pedagang bensin di Pangean, kenaikan harga ditingkat pengecer dari Rp 8 ribu menjadi Rp 9 ribu dikarenakan susah mendapatkan premium.
Diceritakannya, orang-orang yang sering mencari bensin ke SPBU untuk disalurkan kepada pedagang mengeluh. Pasalnya, mereka harus mencari bensin ke kabupaten tetangga, Indragiri Hulu. Kadangkala, mereka juga mencari bensin ke Sumatera Barat. Tentunya, mereka mengeluarkan biaya yang lebih besar.
"Makanya, harga bensin dinaikkan," ungkap Mega kepada GoRiau.com, Rabu (23/10/2013).
Mega mengakui, biasanya ia membeli satu Dirigen yang berukuran 30 liter bensin seharga Rp 215 ribu. Namun, sejak kelangkaan terjadi, para pencari minyak mematok harga sebesar Rp 220 ribu. Oleh sebab itu, dengan menaikkan harga Rp 1000 per liternya, Mega dan pemilik kios bensin terhindar dari ketekoran.
Selain itu, menurut Mega faktor yang paling utama menyebabkan kelangkaan bensin, yakni tidak beroperasinya SPBU yang ada di Kecamatan Pangean. SPBU tersebut hampir sebulan belakangan ini tidak mendapat suplai premium dari Pertamina.(san)