
SELATPANJANG - Terhadap beberapa pekerjaan yang tak tuntas tahun 2016 di Kepulauan Meranti, kemungkinan baru bisa dilanjutkan pada tahun 2018. Pasalnya, untuk melanjutkan pekerjaan itu harus menunggu audit badan pemeriksa keuangan (BPK) RI yang paling cepat diperkirakan selesai Bulan April 2017.
Hal itu diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi ketika ditemui di Selatpanjang, Senin (19/12/2016). Kata H Irwan, beberapa pekerjaan (proyek pembangunan, red) yang tak tuntas di tahun 2016, diupayakan bisa masuk pada APBD-P 2017. Sebab, sebelum pekerjaan itu dilanjutkan, terlebih dahulu menunggu hasil audit BPK.
"Audit paling cepat selesai April. Jadi, kita upayakan masuk di APBD-P 2017," kata H Irwan.
Meski ada upaya memasukkan kelanjutan pekerjaan di APBD-P 2017, namun H Irwan juga mengatakan harus terlebih dahulu mempertimbang beberapa hal. Termasuk yang paling krusial, yaitu ketersediaan waktu di APBD-P (untuk membangun). "Kalau tak memungkinkan, masuk di tahun berikutnya, tahun 2018," katanya lagi.
Untuk mempercepat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, tambah H Irwan, pemda akan terus membuka akses. Antara desa ke desa, desa ke kecamatan, kecamatan ke kecamatan, kecamatan dengan kabupaten, dan kabupaten ke provinsi. "Ini akan terus kita gesa untuk mempercepat pergerakan roda ekonomi masyarakat," jelasnya.
Ketika disinggung terkait upaya penambahan 50 hari kerja, H Irwan mengaku itu tidak lagi dikehendaki. Ia melihat, meski adanya penambahan waktu, pekerjaan yang tak tuntas tahun 2016 tetap tidak bisa terselesaikan. "Kalau kita paksakan juga, tetap tidak selesai. Ini akan sangat merugikan," ujarnya.
Sementara itu, untuk rekanan yang pekerjaannya masih dibawah 20 persen hingga tahun 2016 berakhir, dipastikan akan diblacklist. Namun, untuk proyek yang dikerjakan melewati 20 persen, akan dipertimbangkan (untuk tidak diblacklist). "Kita pertimbangkan, kita lihat kendalanya, apakah ada kelalaian dari rekanan atau tidak," kata H Irwan.
Untuk di Kepulauan Meranti ada beberapa pekerjaan yang dipastikan tidak tuntas. Yaitu di Alai-Mekong (pembangunan bronjong dan pengerasan sirtu atau base C), base C jalan Lukun-Seitohor, dan Alai-Mengkikip. "Tapi untuk Alai-Mekong, tahun 2017 akan dilakukan pengaspalan," kata H Irwan. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini