PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Ginda Burnama membeberkan, pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat, tentang salah satu tempat penitipan anak (TPA) yang tidak bersedia dipasang kamera CCTV.

Hal itu dibeberkannya kepada media, Senin, (12/8/2024) di Gedung DPRD Pekanbaru.

“Saya menerima pengaduan langsung dari salah satu orang tua, di mana ada tempat penitipan anak (Daycare) yang tidak mau dipasang CCTV di dalam ruangan. Untuk tempatnya masih kita rahasiakan dulu ya,” katanya,

Sejauh ini, belum diketahui apa alasan dari pemilik Daycare tersebut. Namun DPRD Kota bersama pihak terkait akan mencoba untuk melakukan pendekatan persuasif.

“Apalagi di dalam ruangan. Kan alangkah baiknya ada CCTV. Jadi orangtua tetap bisa mengawasi anaknya dari mana pun, " tambahnya.

Ditambahkannya, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Dinas PPA untuk melakukan pendekatan persuasif dengan pihak yang bersangkutan. Diharapkan langkah itu bisa membuat si pemilik Daycare tersrbut berubah pandangan.

Sebagai orang tua, Ginda pribadi juga mengaku khawatir. Apalagi dengan maraknya video daycare di media sosial yang menggambarkan adanya aksi penganiayaan terhadap anak-anak.

“Saya pribadi sebagai orang tua juga was-was jadinya ketika mau menitipkan anak saya. Karena kan pekerjaan sebagai pengasuh anak ini adalah pekerjaan yang mulia. Seharusnya Daycare ini membantu orang tua, makanya anaknya dititip. Tapi dengan adanya kasus ini justru menambah beban pikiran, apakah anak kita aman saat dititipkan atau tidak,” pungkasnya. ***