
JAKARTA – Seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil terpaksa berdiam di bawah kolong jembatan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena tak punya punya rumah dan tidak mampu menyewa rumah.
Kemalangan sang ibu dan dua anaknya itu membuat terkejut dan terenyuh pendakwah asal Malaysia Ebit Lew. Ebit yang tengah berdakwah di Indonesia itu kemudian minta diantar ke tempat perempuan dan dua anaknya yang tinggal di kolong jembatan tersebut.
Dikutip dari Tempo.co, tanpa ragu, ustaz yang terlahir dengan nama Lew Yun Pau di Pahang, Malaysia itu turun ke kolong jembatan tempat perempuan dan dua anaknya itu menetap selama ini.
''Sayunya hati terjumpa seorang wanita mempunyai dua anak tinggal di bawah kolong jembatan Tanah Abang Jakarta,'' tulis Ebit saat memulai keterangan unggahan video reel yang diunggah di halaman Instagramnya, kemarin.
Di video itu, setelah bertemu perempuan dengan dua anak itu, Ebit sempat bermain dengan kedua anaknya. Ia lalu mengajak perempuan itu bersama dua anaknya untuk ke atas dan mencari rumah yang bisa disewakan. Terlihat di video, ia membayar uang kontrakan kepada pemilik rumah.
"Hidupnya begitu semenjak kecil di jalanan. Kami hadiahkan rumah tempat tinggal untuknya. Ibu ini menangis kuat bila dibawa ke rumah tempat tinggalnya,'' tulis pria berusia 37 tahun yang juga seorang pengusaha ini menggambarkan perasaan terharu perempuan itu setelah mengetahui ia disewakan rumah secara gratis. Terlihat di video, wanita itu menangis.
''Katanya semenjak beliau lahir tak pernah ada rumah. Kerja gaji kecil sangat tak mampu bawa sewa bilik. Air mata mengalir menangis,'' tulis Ebit.
Ebit, yang masuk Islam saat berusia 12 tahun ini, tengah berdakwah keliling Indonesia. Di Jakarta, ia menyempatkan bertandang ke kantor Baim Wong dan merencanakan misi berbagi ke Afrika. Sebelumnya, di Pekanbaru, Riau, Ebit Lew memberikan bantuan baju Muslim untuk komunitas anak Vespa dan bensin gratis untuk ojek online atau ojol.
Ebit Lew sendiri saat ini tengah tersandung masalah hukum di Malaysia. Ia dikenakan sebelas tuduhan, salah satunya pelecehan seksual kepada seorang perempuan di Sabah. Ia didakwa mengirimkan gambar cabul melalui pesan Whatsapp kepada seorang perempuan. Pengadilan sudah memutuskan untuk menggelar sidang penyerahan dokumen perkara pada 20-23 April 2022. Ia sendiri sudah mengeluarkan bantahan atas tuduhan yang diberikan.
Ebit Law sejak pandemi Covid-19, memberikan bantuan peralatan kesehatan di rumah sakit di Sabah. Ia juga pernah mengirimkan 200 kilogram daging dan 500 kilogram buah/ sayuran untuk kebun binatang Zoo Negara di Selangor, Malaysia pada 15 November 2020.***