
PANGKALAN KERINCI – Sungai Kerumutan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Lantaran hampir seluruh permukaan sungai tertutup oleh rumput kumpai yang kian menebal.
Akibatnya, kondisi ini berdampak kepada kegiatan masyarakat nelayan yang tak bisa mencari ikan hingga terkendalanya transportasi sungai. Kondisi ini berdampak pada ekonomi masyarakat.
"Sungai Kerumutan akan mulai dinormalisasi. Jadi tidak lama lagi sungai itu akan dicuci," ungkap Bupati Pelalawan, H Zukri, saat Safari Ramadan di Masjid Raya Al Azhim, Kecamatan Kerumutan, kemarin.
Sungai Kerumutan menjadi salah satu yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Pelalawan, selain infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
"Sungai ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Kerumutan menjadi salah satu kecamatan yag menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten," tandas Bupati Zukri.
Pemkab Pelalawan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meminta tujuh perusahaan untuk melakukan normalisasi Sungai Kerumutan.
Tujuh perusahaan itu bertanggungjawab atas pembersihan sungai karena bersinggungan secara langsung maupun tidak langsung, membentuk konsorsium.
Diantaranya PT Sari Lembah Subur (SLS), PT PHE Kampar, PT Panen Terus, PT Gandaera Hendana, PT Arara Abadi, PT Mekar Alam Lestari (MAL), dan PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL).
"Progres sekarang akan segera dimulai pekerjaannya. Pembersihan dalam waktu dekat akan dilakukan kontraktor yang ditunjuk oleh konsorsium," jelas Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra.***