PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggulirkan agenda besar berupa evaluasi dan rotasi pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi yang digawangi langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, disebut-sebut bakal menggeser sejumlah posisi strategis.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, membenarkan kabar tersebut. Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menuntaskan tahap penilaian yang melibatkan laporan kinerja dan masukan dari masyarakat.

"Prosesnya sudah berjalan, mulai dari tahap penilaian termasuk laporan masyarakat. Ada camat yang dilaporkan, ada kepala dinas yang juga masuk dalam catatan," ujar Zulhelmi, Senin (31/3/2025).

Zulhelmi, yang akrab disapa Ami, mengatakan bahwa sejak Ramadhan lalu pihaknya telah menjalankan proses evaluasi berdasarkan instruksi Wali Kota. Kini, proses tersebut sedang menunggu izin rotasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kami sedang menyiapkan izin ke Kemendagri, mudah-mudahan segera tuntas dan bisa langsung diproses," jelasnya.

Agung Nugroho sebelumnya juga telah menegaskan bahwa rotasi pejabat akan digelar sesaat setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Ia memastikan, langkah ini bukan semata mengganti pejabat, melainkan bagian dari penyegaran agar birokrasi Pemko Pekanbaru lebih solid dan produktif.

"Saya orangnya terus terang, bukan berarti yang saya geser tidak dipakai lagi. Kalau memang masih dibutuhkan, bisa saja ditempatkan kembali. Ini hanya untuk penyegaran," tegas Agung.

Agung mengungkapkan, selama Ramadhan lalu evaluasi sudah berjalan. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah absensi pejabat yang tercatat oleh Kabag Kesra. Pejabat yang hadir maupun yang tidak hadir selama Ramadhan menjadi salah satu bahan penilaian.

"Ini bukan semata soal loyalitas, tetapi soal kedisiplinan sebagai ASN. Yang hadir kami apresiasi, yang tidak hadir tanpa keterangan, tentu berbeda penilaiannya," ungkap Agung.

Meski demikian, Agung mengaku cukup puas dengan potensi yang dimiliki para ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru. Namun, ia menegaskan, rotasi tetap diperlukan agar kinerja pemerintah kota lebih maksimal. ***