
SELANGOR – Pihak Universiti Putra Malaysia (UPM) menyatakan ketertarikannya untuk menggandeng akademisi-akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau untuk berkolaborasi mengadakan riset mendalam terhadap keberadaan ternak-ternak lokal yang ada di kawasan Asia Tenggara.
Hal ini dikemukakan Director Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS) UPM, Prof Dr Anjas Asmara B Syamsudin dalam pertemuan dengan rombongan akademisi bidang peternakan UIN Suska Riau di ruang rapat ITAFoS UPM, Serdang, Selangor Darul Ehsan, Rabu (13/8/2025).
"Kita sangat antusias untuk mengadakan kolaborasi riset dengan pihak UIN Riau dan pihak-pihak luar lainnya yang punya visi dan concern yang sama dengan kita dalam membuat kajian soal kelangsungan hidup ternak-ternak lokal yang ada di kawasan Asia Tenggara," kata Anjas Asmara di hadapan rombongan akademisi peternakan UIN Suska Riau yang dipimpin Prof Dr Yendraliza, SPt, MP.
Menurut Anjas Asmara, dalam menjaga status Word University-nya, UPM selama ini sangat concern terhadap riset-riset ternak-ternak dan pertanian lokal. Ternak-ternak lokal merupakan icon dari negerinya sendiri. Jika mereka punah, maka tidak ada lagi ternak lokal yang tersisa nantinya.
"Kerjasama dan kolaborasi riset ternak-ternak lokal ini menjadi sangat penting dan dibutuhkan untuk bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia," kata Anjas Asmara.
Sementara Kepala Laborotorium Animal Production dan Animal Biodeversity ITAFoS UPM, Dr Mamat Hamidi Kamalludin menambahkan, kasus penurunan populasi ternak sapi Kuantan dan sapi Kuntu di Riau juga dialami sapi Kedah Kelantan dan ternak ayam Kampung Baru, di mana populasinya terus menurun dari tahun ke tahun.
"Kerjasama ini tahap awal mungkin bisa berbentuk penulisan artikel bersama tentang kerbau Kuntu. Selanjutnya mungkin menulis artikel tentang genomik sapi Kedah Kelantan. Apalagi fenotipe dan warna tubuh sapi Kedah Kelantan mirip dengan sapi Kuantan di Riau," papar Mamat.
Selain itu, kolaborasi riset nantinya bisa berbentuk riset bersama, di mana peneliti peternakan dari Riau bisa melakukan analisa sampelnya di UPM.
"Mungkin nanti ITAFoS UPM juga bisa memberikan short course untuk mahasiswa atau dosen dari Fakulty Pertanian Peternakan UIN Riau. Termasuk juga memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk pertukaran mahasiswa, tenaga pengajar, kolaborasi riset dan kolaborasi penulisan artikel," papar Mamat.
Prof Dr Yendraliza mewakili rombongan peneliti peternakan UIN Suska Riau mengucapkan terima kasih kepada pihak ITAFoS UPM yang menyatakan ketertarikannya berkolaborasi dengan peneliti peternakan UIN Suska Riau untuk mengadakan riset ternak-ternak lokal di kawasan Asean. "Kita berharap kolaborasi riset ini segera bisa kita wujudkan," katanya. ***