PEKANBARU – Peringatan Hari Pahlawan di Kota Pekanbaru, Senin (10/11/2025), berlangsung khidmat di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman. Upacara yang dipimpin Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar ST MARch, menjadi momentum refleksi bagi pemerintah kota dan masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan.

Sejak pagi, peserta upacara terdiri dari ASN, perwakilan organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga legiun veteran mulai memenuhi halaman MPP. Barisan peserta berdiri rapi, memberi penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan nyawa dan tenaga demi kemerdekaan Indonesia. Suasana hening sesaat ketika lagu Mengheningkan Cipta dikumandangkan, menghadirkan momen penghormatan mendalam bagi para pahlawan.

GoRiau

Dalam amanatnya, Markarius menyampaikan pesan penting tentang bagaimana warga Pekanbaru seharusnya memaknai Hari Pahlawan di tengah tantangan kehidupan modern. Ia menekankan bahwa nilai perjuangan tidak boleh berhenti pada seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
“Kita peringati Hari Pahlawan ini, kita isi dengan pembangunan, kita isi dengan hal positif dengan meninggalkan hal-hal yang menciderai kehidupan berbangsa kita. Persatuan dan kesatuan kita dijaga,” ujarnya.

Ia mengajak warga Pekanbaru untuk terus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Menurutnya, nilai gotong royong dan saling menghormati perlu terus dikembangkan, terutama dalam konteks pembangunan kota yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Markarius menilai bahwa semangat persatuan merupakan kekuatan utama yang dimiliki bangsa ini sejak masa perjuangan.

GoRiau

Momentum Hari Pahlawan juga menjadi kesempatan bagi Pemko Pekanbaru untuk kembali menegaskan upaya pengusulan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazam Syah atau Marhum Pekan sebagai pahlawan nasional. Sosok pendiri Pekanbaru tersebut telah diusulkan dua kali, pertama pada Maret 2022 dan kembali dilanjutkan pada tahun 2023.
“Kita sedang berjuang ke pusat untuk pemberian gelar pahlawan. Seluruh administrasi kelengkapan sudah kita penuhi, tinggal menunggu dari pusat saja,” jelas Markarius.

Pemko menilai bahwa peran Marhum Pekan dalam sejarah Bumi Lancang Kuning telah memberikan pondasi penting bagi perkembangan Pekanbaru saat ini. Pengakuan sebagai pahlawan nasional diharapkan menjadi bentuk penghormatan yang sepadan atas kontribusinya.

Di penghujung upacara, Pemko Pekanbaru memberikan sagu hati kepada puluhan legiun veteran yang hadir. Para veteran menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Warga yang hadir memberikan tepuk tangan penghormatan, mencerminkan rasa terima kasih yang mendalam terhadap para pejuang yang masih menyaksikan perkembangan bangsa yang telah mereka bela.

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini bukan hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga peneguhan komitmen untuk menatap masa depan. Pemko Pekanbaru berharap nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdian dapat menjadi inspirasi bagi generasi kini dalam melanjutkan pembangunan kota. Semangat pahlawan diharapkan terus hidup dalam tindakan warga yang menjaga harmoni, bekerja keras, dan mencintai tanah air. (adv)