
PEKANBARU – PSPS Pekanbaru tampil di hadapan publik sendiri di Stadion Kaharudin Nasution, Sabtu sore (8/11/2025), dengan ritme cepat sejak peluit pertama berbunyi. Pertandingan bahkan belum berjalan satu menit ketika Asir Aziz terkapar. Sebuah tekel keras dari bek kiri Persiraja, Dimas Pamungkas, memaksa tim medis masuk tergesa. Wasit Idfi Akbar Patha Sanduan menghentikan pertandingan dan meminta pemeriksaan VAR. Lima menit berlalu, stadion menahan napas, sebelum kartu merah terangkat. Persiraja dipaksa bermain dengan sepuluh orang sejak awal.
Keunggulan jumlah pemain belum cukup membuat PSPS langsung menemukan celah. Mereka menguasai bola, mengurung, namun peluang pertama justru lahir dari tim tamu. Pada menit kesembilan, Flynn Gillespie melepaskan tembakan keras yang mengarah ke sudut gawang. Kiper PSPS, Muhamad Darmawan, terbang menepis—penyelamatan yang mengubah tempo. Dari situ, Persiraja, meski pincang, mulai menemukan irama bertahan yang sabar dan sesekali mengancam.
PSPS terus mencoba membuka sisi kanan. Umpan satu-dua antara Asir dan Nugroho mengalir rapi, tetapi saat bola silang melayang ke kotak penalti, C. Alex gagal menuntaskan. Situasi serupa berulang: Rafly Selang mengirim bola lambung, Alex mengontrol, lalu bek Persiraja datang lebih cepat. Serangan bertubi-tubi, hasil minim.
Waktu berjalan menuju menit ke-20. PSPS tampak mulai kehabisan ide. Garis pertahanan Persiraja turun semakin rapat, dengan pemain tengah mereka sesekali memotong aliran bola dan mencoba memulai serangan balik. Fitra, gelandang yang berdiri beberapa meter di luar kotak penalti, mengambil kesempatan menembak pada menit ke-29. Bola liar, melenceng, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa Persiraja belum selesai.
PSPS kembali menggempur dari bola mati. Sudut demi sudut, semua jatuh sia-sia. Sundulan kapten Achmad Faris melambung. Tembakan Rafly melemah di tangan kiper. Sepakan Yudhi lurus tanpa daya. Di sisi lain, tiap umpan silang yang diarahkan ke Alex dibaca pertahanan lawan, atau terperangkap offside lebih dulu.
Hingga menit ke-42, pola permainan tak berubah: PSPS menyerang lewat sisi lapangan, Persiraja bertahan dengan disiplin dan berharap pada momen sesekali. Rafly Selang sempat memecah dua pemain lawan dan mengirimkan bola ke tengah, tetapi kiper Persiraja buru-buru memotong sebelum Alex menyambutnya.
Tambahan waktu dua menit tidak membawa perubahan berarti. Tekanan PSPS terhenti di dinding pertahanan Persiraja yang bertahan dengan sabar. Babak pertama selesai tanpa gol. ***