MAKKAH – Pasukan keamanan Masjidil Haram menangkap pria asal Yaman karena melakukan umrah atas nama almarhum Ratu Elizabeth II.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu mengunggah cuplikan video dirinya di media sosial saat berada di Masjidil Haram, situs paling suci Islam, pada Senin (12/9/2022) lalu.

Dikutip dari republika.co.id yang melansir TRT World, Rabu (14/9/2022), dalam video itu dia terlihat mengangkat spanduk bertuliskan: ''Umrah untuk jiwa Ratu Elizabeth II, kami meminta Tuhan untuk menerimanya di surga dan di antara orang-orang yang saleh.''

Rekaman itu lantas beredar luas di media sosial Saudi, dengan kebanyakan pengguna Twitter menyerukan penangkapan atas pria itu. Arab Saudi telah melarang jamaah umrah dan haji membawa spanduk atau meneriakkan slogan-slogan saat melaksanakan ibadah.

Meski diperbolehkan untuk melakukan umrah atas nama seorang Muslim yang meninggal, namun hal ini tidak berlaku untuk non-Muslim seperti Ratu Elizabeth. Selain itu, dirinya merupakan pemimpin tertinggi Gereja Inggris, gereja induk dari persekutuan Anglikan di seluruh dunia.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan media pemerintah Senin malam, disebut pasukan keamanan di Masjidil Haram telah menangkap seorang warga berkebangsaan Yaman yang muncul dalam klip video, yang membawa spanduk di dalam Masjidil Haram, yang melanggar peraturan dan instruksi untuk umrah.

''Dia telah ditangkap, tindakan hukum diambil terhadapnya dan dia dirujuk ke penuntutan umum,'' lanjut pernyataan tersebut.

Ibadah umrah adalah ziarah yang dapat dilakukan kapan saja. Hal ini berbeda dari haji, yang dilakukan setahun sekali dan biasanya menarik jutaan orang dari seluruh dunia.

Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (15/9/2022) kemarin. Rencananya, pemakamannya akan dilaksanakan pada 19 September nanti.***