
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Bukit Gajah Kecamatan Ukui dan Sialang Indah Kecamatan Pangkalan Kuras meraih predikat terbaik pada lomba UED SP Provinsi Riau. Atas prestasi itu, dua unit UED SP mendapatkan reward dari Pemkab Pelalawan H M Harris.
"Dua UED SP ini menjadi terbaik I dan II pada lomba UED SP. Agar prestasi mampu dipertahankan dan terus maju Pemkab Pelalawan juga memberikan reward kepada pengurusnya berupa uang pembinaan dan piagam," terang Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Pelalawan Drs H Zamur ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/2/2013).
Zamur mengatakan bahwa selain UED SP Bukit Gajah dan Sialang Indah terpilih dalam kategori desa terbaik pengelolaan UED SP tingkat Provinsi Riau tahun 2012, Pemkab Pelalawan juga memberikan penghargaan kepada desa terbaik pengelolaan UED SP tingkat kabupaten yakni Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Desa Balam Merah Kecamatan Bunut.
"Bukan cuma itu, Pemkab Pelalawan juga memberikan reward kepada pendamping terbaik tingkat Kabupaten Pelalawan," katanya.
Para pendamping itu, sambungnya, dinilai telah memiliki andil, komitmen dan dedikasi yang tinggi melakukan tugasnya dalam memajukan UED SP di negeri yang bermottokan Tuah Negeri Sekata ini masing-masing Hasnalisa SI di Desa Sidomukti dan Terantang Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras, Taryam,SH yang bertugas di Pangkalan Lesung, Air Terjun dan Lubuk Kembang Bunga serta Dra Afni di Desa Lalang Kabung dan Makmur.
"Ketiga pendamping ini juga diberikan penghargaan agar mereka terus semangat dalam membina masyarakat," imbuhnya.
Masih menurut pria yang memiliki hobi olahraga bulutangkis ini, terpilihnya desa terbaik pengelola program UED SP yang telah digelontorkan sejak tahun 2007 lalu ini berdasarkan kemajuan dan perkembangan UED SP itu sendiri. Awalnya, semua UED SP sama mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 juta baik dari anggaran provinsi maupun daerah.
"Seiring perkembangan waktu hingga saat ini ada UED SP yang berhasil mengelola bantuan tersebut mencapai Rp 3 milyar. Jadi sungguh membanggakan tentunya dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Sesungguhnya wajar pula para pengelola itu mendapatkan penghargaan," pungkasnya. (ilm)