
PEKANBARU – Ratusan mahasiswa asal Kota Dumai menggelar aksi demonstrasi di Markas Polda Riau menyuarakan keresahan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak. Aksi menyoroti dugaan maraknya praktik penimbunan minyak ilegal yang menyengsarakan warga di wilayah berjuluk Kota Minyak tersebut, Jumat (22/5/2026).
Koordinator Lapangan, Satria Ramadhan, mengungkap bahwa kelangkaan jenis solar dan pertalite disebabkan oleh banyaknya gudang minyak ilegal yang beroperasi secara bebas, baik di wilayah daratan maupun perairan.
"Pemain minyak ilegal sangat banyak di Dumai, tidak hanya di darat tapi juga di laut," katanya.
Guna memperkuat dugaan tersebut, massa aksi turut membawa bukti berupa rekaman video yang memperlihatkan keberadaan gudang ilegal. Langkah menempuh perjalanan jauh dari Dumai ke Pekanbaru diambil lantaran aspirasi yang sebelumnya disampaikan kepada aparat di tingkat daerah tidak membuahkan hasil sama sekali.
"Kami sudah sampaikan aspirasi ke Polres Dumai, tapi tak ada tindak lanjut," tegasnya.
Perwakilan mahasiswa, Arsyad, menambahkan ada lima tuntutan utama yang diserukan kepada penegak hukum. Tuntutan tersebut meliputi pengusutan tuntas gudang BBM dan CPO ilegal, penindakan kapal SPOB tak berizin, audit SPBU bermasalah, dorongan transparansi penegakan hukum, serta pengetatan pengawasan distribusi.
"Gerakan kami ini tidak ada ditunggangi atau ada kepentingan lain. Ini murni gerakan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat," urainya.
Merespons aksi yang mendapat pengawalan aparat tersebut, Kepala Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Agus Prihandika, menemui demonstran dan berjanji akan meneruskan keluhan ini kepada pimpinan.
"Kami tampung aspirasi mahasiswa, nanti habis ini saya langsung menghadap Dirkrimsus untuk menyampaikan tuntutan ini," paparnya. ***