LONDON – Chelsea gagal meraih poin penuh saat melawan Wolverhampton Wanderers. Manajer Thomas Tuchel mulai ketar-ketir soal persaingan di tiga besar klasemen.

Chelsea gagal mengalahkan Wolves dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Bermain di Stamford Bridge, London, Sabtu (7/5/2022) malam, Si Biru ditahan 2-2.

Dua gol Chelsea lewat Romelu Lukaku bisa dibalas oleh Trincao dan Conor Coady. Skor 2-2 membuat posisi The Blues terancam di tiga besar.

Kini Chelsea mengoleksi 67 poin dari 35 laga di peringkat tiga klasemen Liga Inggris. Anak asuh Thomas Tuchel cuma unggul empat poin dari Arsenal, yang baru bermain 34 kali.

Dengan menyisakan tiga laga tersisa, Chelsea harus menang sambil berharap sang rival terpeleset, agar bisa bertahan di posisi tiga atau empat besar. Situasi itu yang kini mulai menghantui Tuchel.

"Jika Anda tidak menang, tentu saja Anda harus khawatir," kata Thomas Tuchel kepada talkSport.

"Tetapi Anda harus berkonsentrasi pada hasil Anda sendiri dan satu-satunya fokus adalah kami sendiri," jelasnya.

Di laga melawan Brighton, Chelsea tampil angin-anginan. Meski mendominasi bola, serangan balik Wolverhampton Wanderers bisa membuat gawang Edouard Mendy bergetar.

"Saya pikir kami memulai kedua babak dengan baik dengan serangan dalam formasi 5-3-2. Kami tahu tentang risikonya, dan kami harus disiplin. Kami menunjukkan disiplin di sebagian besar momen di babak pertama. Dalam situasi itu kami menyentuh terlalu banyak risiko," katanya.

"Itu membuat kami kehilangan momen berbahaya di akhir babak pertama. Kami tidak beruntung karena tidak mencetak gol, tidak yakin apakah itu pelanggaran di babak pertama. Saya mengingatkan para pemain di babak pertama untuk tetap berpegang pada rencana. Kami unggul 2-0 dan lawan kami mengambil terlalu banyak risiko."

"Kami mengundang serangan balik dan peluang besar. Setelah Anda melakukan itu, Anda kehilangan kepercayaan diri dan mengundang lawan untuk mencium sesuatu yang mungkin terjadi ketika itu seharunya tidak perlu terjadi," jelas Thomas Tuchel soal penampilan Chelsea.***