
PEKANBARU, GORIAU.COM - Perjuangan perusahaan ''mencuri'' BBM bersubsidi di Pekanbaru semakin kuat. Akibatnya, kendaraan milik perusahaan dengan jenis truk, trailer dan angkutan alat berat lainnya terlibat antre panjang hampir di seluruh SPBU bersubsidi. Antrean ini juga menyebabkan warga mengeluh karena sudah mengganggu akibat antrean hingga melimpah ke badan jalan.
Pantauan di SPBU-SPBU tampak sejumlah kendaraan ''mengular'' di jalan-jalan. Seperti di SPBU Jalan Arifin Ahmad, tampak berbagai jenis kendaraan BBM solar harus rela antre. Umumnya kendaraan yang antre mengisi ini jenis truk dan trailler. Truk dan trailer ini ada yang mengangkut batu bara, kayu, dan mengangkut alat berat. Anehnya, kendaraan ini bisa dengan mudah masuk kota.
''Bagaimana lagi pak. Tadi malam saya sudah keliling SPBU, tetap saja terjadi antrean. Makanya, hari ini saya mencoba untuk mengisi, tetap masih saja antre. Dari pada tidak ada BBM, maka dengan terpaksa saya harus ikut antri,'' jelas Dirman, salah seorang sopir truk.
Dikatakannya, bukannya tidak tahu kalau pada siang hari dilarang masuk dalam kota tapi mau bagaimana lagi dari pada tidak beroperasi. Makanya, terpaksa melanggar aturan Pemko Pekanbaru.
Ungkapan senada disampaikan Pire Nainggolan, salah seorang sopir trailler. Ia menyatakan bahwa kelangkaan solar di sejumlah SPBU dirasakanya sudah berlangsung selama sebulan. Kondisi ini sebutnya, terjadi jelang pembatasanya BBM. "Ini saya rasakan sudah hampir sebulan, jelang pembatasan," katanya.
Selain antrian panjang kendaraan di SPBU Jalan Arifin Ahmad, juga tampak yang sama di SPBU Jalan Sudirman dekat kantor DPRD Riau, bahkan juga di SPBU Jalan Garuda Sakti, SPBU Jalan Arengka Satu dan Dua, SPBU Jalan Soebrantas. Kondisi ini diungkapkanya penjaga SPBU, sudah berlangsung hampir sebulan lamanya.
Doni pengawas SPBU Lestari di Jalan Soebrantas mengatakan, benar terjadi kelangkaan BBM Solar di Pekanbaru. Buktinya, saat ini sudah menjelang tiga hari kendaraan mengisi BBM jenis Solar di SPBU Lestari tampak mengantri. "Sudah sejak tiga hari lalu. BBM jenis Solar kami cepat habis," terangnya.
Doni juga mengatakan, disebab untuk jatah BBM jenis Solar sekarang ini tampak sudah mulau dikurangi. Karena, ini terkait berlakukan peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2013 yang salah satu isinya larangan bagi kendaraan roda empat keatas milik pertambangan, perkebunan dan industri menggunakan solar subsidi. (rdi)