PEKANBARU, GORIAU.COM - Kelangkaan BBM yang saat ini terjadi di SPBU-SPBU ternyata bukanlah kesalahan Pertamina, pasalnya angkutan perusahaan yang seharusnya mengisi dengan BBM non subsidi tetap mengambil kendaraan mereka dengan BBM bersubsidi. Akibatnya, stok BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat, disedot oleh kendaraan perusahan. Jadi masyarakat tidak bisa menyalahkan Pertamina karena yang curang adalah perusahaan.

''Pertamina sudah menyediakan 20 SPBU untuk pengisian BBM jenis solar non subsidi dan 4O-sampai 50 SPBU menjual Pertamina DEX yang tersebar di Riau. Jadi seharusnya kendaraan operasional pertambangan dan kehutanan bisa membeli di tempat-tempat tersebut, bukan ikut mengisi BBM di SPBU subsidi,'' ujar Humas Pertamina Wilayah I Sumbagut Sonny Miratz, Jumat (23/3/2013). 

Katanya, terjadinya antrian panjang BBM solar bersubsidi di Pekanbaru merupakan gambaran tidak patuh sejumlah perusahaan bergerak di industri pertambangan, industri kehutanan dan pertambangan tersebut. 

"Ini membuktikan ketidak patuhan perusahaan terhadap peraturan yang ada, seharusnya mereka tidak mengisi di SPBU BBM subsidi dan setiap SPBU seharusnya menolak mengisi. Karena sudah ada aturan yang tidak membenarkan kendaraan perusahaan mengisi BBM subsidi. Kita ingatkan pengelola agar tidak mengisinya kendaraan perusahaan dengan BBM bersubsidi," kata Sony. (rdi)