SELATPANJANG - Ratusan anak usia dini memadati Gedung Afifa, Selatpanjang untuk mengikuti senam massal, Sabtu (7/11/2026). Aktivitas fisik ini menjadi penanda dimulainya Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti yang berfokus pada kampanye perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar anak di lingkungan pendidikan maupun keluarga.

Membuka kegiatan tersebut secara resmi, Bunda PAUD Kepulauan Meranti, Ismiatun menegaskan bahwa kewajiban orang dewasa dan pemerintah bukan sekadar mencukupi kebutuhan fisik seperti sandang dan pangan. Setiap anak dinilai memiliki hak mutlak untuk mendapatkan pelukan kasih sayang dan jaminan perlindungan emosional dari lingkungan sekitarnya guna mendukung kecerdasan mental mereka.

"Di tangan merekalah masa depan daerah dan negara kita dititipkan. Tugas kita adalah memberikan perlindungan yang utuh dan ruang seluas-luasnya agar mereka tumbuh secara sehat, aman, cerdas, dan ceria," tegas Ismiatun di hadapan para orang tua dan tenaga pendidik yang hadir.

Peringatan yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' ini tidak hanya diramaikan dengan agenda senam massal. Sebanyak 260 peserta dari berbagai kecamatan di Kepulauan Meranti turut menjajal keberanian mereka dalam ragam kompetisi. Anak-anak tampak antusias unjuk kebolehan dalam lomba kolase, nyanyi tunggal, hingga peragaan busana yang seluruhnya memanfaatkan material daur ulang.

Menyoroti peran vital lembaga pendidikan anak usia dini, Ismiatun mewanti-wanti agar lingkungan sekolah benar-benar terbebas dari praktik diskriminasi maupun perlakuan yang membuat anak merasa tersisihkan. Ia meminta seluruh pendidik untuk memastikan ruang kelas ramah bagi psikologis siswa.

"Biarkan mereka bermain, bersosialisasi, dan membangun rasa percaya diri. Tugas kita menjaga agar masa emas mereka terlewati dengan penuh kebahagiaan," tambahnya.

Merespons harapan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti, Raja Yusran mengajak para guru taman kanak-kanak dan PAUD untuk memegang teguh komitmen pengabdian. Ia mengakui bahwa mendampingi anak-anak yang tengah aktif bereksplorasi membutuhkan tingkat kesabaran dan dedikasi yang sangat tinggi.

"Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman tanpa adanya kekerasan sedikit pun. Namun perlu diingat, pendidikan di sekolah hanya bisa berhasil optimal apabila kolaborasi antara guru dan orang tua siswa berjalan dengan sinergis," urainya.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Informal Disdik Kepulauan Meranti, Suprapti merinci bahwa perhelatan ini sengaja dirancang sebagai panggung berekspresi bagi anak-anak di wilayah kepulauan. Dukungan dari lintas organisasi, seperti Pokja Bunda PAUD, IGTKI, dan Himpaudi diharapkan terus mengalir agar penciptaan lingkungan ramah anak di Kepulauan Meranti tidak hanya berhenti pada sebatas perayaan seremonial. ***