PEKANBARU – Gara-gara statusnya di laman media sosial facebook, seorang kepala sekolah berinisial H di Kampar, Riau, akhirnya minta maaf.

Pada laman medsos pribadinya, H menyebutkan ''Mohon Pak Kapolda. Kami miris dengan cara berkomunikasi Kapolres Kampar dengan Kepala Sekolah, Aparatur Desa di Kecamatan Kampar. Orang Kampar tidak terbiasa dengan bahasa kasar..''.

Usut punya usut, status tersebut dibuat H karena diduga menolak proses vaksinasi yang dilakukan oleh Polres Kampar, pada hari Jumat (11/2/2022).

Sontak postingan facebook H itu memancing sejumlah pihak dan membuat Kapolres Kampar, AKBP Rido Rolly Maruli Parsaoran Purba merasa tidak nyaman.

Kemudian, setelah banyak yang terpancing dengan postingan itu, H lalu menghapus postingannya di facebook.

Menanggapi hal itu, AKBP Rido Purba menyampaikan kalau tidak ada masalah yang terjadi. Hanya saja pada saat pihaknya mengupayakan proses percepatan vaksinasi di Kecamatan Kampar, ada penolakan dari beberapa pihak.

“Iya benar (ada orang menolak vaksinasi). Saya sebagai Kapolres Kampar bertanggungjawab untuk percepatan vaksin, karena di Kecamatan Kampr persentase masyarakat yang divaksin masih rendah,” kata Rido kepada GoRiau, Minggu (13/2/2022).

Selanjutnya kata Rido, pada saat melaksanakan vaksinasi di Kecamatan Kampar, pihaknya sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Melakukan vaksinasi bersama dengan aparat pemerintahan setempat.

“Saya setiap turun ke Kecamatan, bersama dengan semua unsur di Kabupaten, mengedukasi masyarakat. Saya tahu, akan ada yang suka dan ada yang tidak, itu sudah menjadi resiko profesi saya,” tegas Rido.

Terpisah, setelah menghapus postingannya di facebook, oknum kepala sekolah berinisial H di Kampar membuat pernyataan minta maaf.

“Saya H, menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Kampar, jajarannya, dan pihak-pihak yang tidak berkenan dengan postingan saya. Kami mendukung proses percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kampar. Kita berharap Covid-19 segera hilang dari Indonesia,” ujar H. ***