
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi wilayah daratan Pulau Sumatera. Meskipun tren kemunculan api di beberapa provinsi mulai menunjukkan penurunan, satelit pendeteksi panas masih menemukan ribuan titik menyala hingga larut malam.
Berdasarkan data pantauan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, tren penurunan hotspot terpantau secara spesifik terjadi di wilayah Provinsi Riau.
Penurunan Jumlah Hotspot di Riau
Hingga pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas yang terekam menyusut sebanyak 20 titik dibandingkan hari sebelumnya. Sehari sebelumnya, hotspot di provinsi ini sempat menyentuh angka 170 titik.
Kini, tersisa 150 titik panas yang tersebar tidak merata di berbagai daerah. Kabupaten Indragiri Hulu tercatat menjadi wilayah dengan kemunculan suhu panas paling banyak.
Berikut rincian sebaran 150 titik panas di wilayah Riau, Rabu (9/9/2026):
Sebaran Titik Panas di Sumatera
Jika ditarik ke dalam skala regional daratan Sumatera, akumulasi kemunculan hotspot terekam mencapai 1.607 titik. Konsentrasi kemunculan api terbesar saat ini terpusat di wilayah bagian selatan pulau tersebut.
Berikut sebaran titik panas di provinsi lain se-Sumatera: