
PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera tercatat mencapai ratusan titik pada Minggu (26/7/2026). Meski demikian, kondisi Provinsi Riau terpantau sangat kondusif dengan hanya menyisakan satu titik panas dari total keseluruhan wilayah Sumatera.
Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 285 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi. Provinsi Lampung menempati posisi tertinggi sebagai penyumbang terbanyak dengan 95 titik, disusul oleh Sumatera Selatan sebanyak 74 titik.
Daerah lainnya yang juga terpantau memiliki titik panas meliputi Jambi dengan 32 titik, Bangka Belitung 28 titik, Aceh 20 titik, Bengkulu 17 titik, Kepulauan Riau 16 titik, dan Sumatera Utara dua titik.
"Adapun di Provinsi Riau terdeteksi satu titik panas, yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu," papar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P.
Minimnya kemunculan titik panas di Riau ini sejalan dengan kondisi cuaca yang masih diwarnai oleh potensi hujan. BMKG mencatat bahwa suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni 55 sampai 100 persen.
Kondisi alam tersebut turut didukung oleh embusan angin dari arah tenggara hingga barat daya yang memiliki kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam. Udara yang relatif lembap sangat membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rawan.
Terkait kondisi maritim yang berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah Riau, situasi perairan juga dilaporkan dalam keadaan normal tanpa anomali yang membahayakan. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
"Kondisi gelombang ini relatif aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil," tutupnya memberikan keterangan tambahan terkait situasi perairan. ***