PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau menunjukkan grafik penurunan yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil pantauan satelit BMKG Pekanbaru, tercatat hanya tersisa 46 hotspot di wilayah Riau Jumat (14/8/2026).

Angka ini merosot tajam dibandingkan kondisi sehari sebelumnya yang sempat menembus 158 titik panas. Penurunan sebanyak 112 titik dalam waktu 24 jam ini menjadi perkembangan yang sangat positif dalam upaya pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Sebaran Titik Panas di Riau

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M menerangkan bahwa sisa 46 hotspot tersebut saat ini tersebar di delapan wilayah kabupaten.

"Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 16 titik. Kemudian Kabupaten Pelalawan sebanyak 11 titik," paparnya.

Ia melanjutkan, sebaran titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi yang masing-masing mencatatkan lima titik, Rokan Hulu empat titik, Rokan Hilir dan Siak masing-masing dua titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir dengan satu titik panas.

Kondisi Regional Pulau Sumatera

Selain Riau, secara keseluruhan jumlah titik panas di wilayah Pulau Sumatera juga mengalami penyusutan drastis, yakni dari 1.097 titik kini tersisa 489 titik. Provinsi Sumatera Selatan masih berada di urutan teratas dengan 189 titik, disusul Lampung dengan 116 titik.

Berikut rincian sebaran titik panas di provinsi lain di Sumatera:

  • Bengkulu: 32 titik
  • Sumatera Utara: 27 titik
  • Sumatera Barat: 26 titik
  • Jambi: 24 titik
  • Bangka Belitung: 20 titik
  • Aceh: 7 titik
  • Kepulauan Riau: 2 titik

Meski tren hotspot sedang menurun drastis, BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan terkait karhutla tidak boleh mengendur. Pihak BMKG terus mengingatkan warga agar menahan diri dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk mencegah meluasnya potensi kebakaran hutan. ***