PEKANBARU - Titik panas atau hotspot dibeberapa kabupaten di Provinsi Riau lagi-lagi mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (14/9/2016) mencatat, ada 29 sebaran hotspot pagi ini.

Salah satu penyebab meningkatnya titik panas atau hotspot ini lantaran masih adanya aktivitas pembakaran lahan dan hutan. Setiap hari patroli dari Satgas Udara dari TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin mendapati pola-pola tersebut. Bahkan ditemukan juga pondokan, tak jauh dari area lahan yang membara.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru pagi tadi merilis, ada 29 sebaran titik panas yang menyebar di tujuh kabupaten di Riau. Paling banyak terdapat di Kabupaten Rohil dengan jumlah 13 titik panas, lima titik panas di Pelalawan dan empat titik panas di Rohul.

Lalu tiga titik panas lainnya terdapat di Kuansing, serta di Kampar dan Kepulauan Meranti dengan masing-masing satu titik panas. Angka tersebut cenderung meningkat, meski sejumlah kawasan di Riau sudah diguyur hujan tadi malam.

"Untuk hotspot dengan level confidence di atas 70 persen (berkemungkinan titik api, red) kita hitung ada 14, di mana tujuh hotspot di Rohil, empat hotspot di Rohul, dua hotspot di Pelalawan satu satu hotspot di Inhu," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, Rabu pagi.

Menurut Sugarin, cuaca Riau pada umumnya diprediksi masih akan cerah hingga berawan, dengan peluang hujan berintensitas ringan sampai sedang yang dapat disertai petir serta angin kencang diperkirakan terjadi saat siang hingga sore dan malam hari.

Kemunculan titik panas pagi ini juga langsung direspon Satgas darat dan udara. Tim sudah bergerak ke titik koordinat lahan yang terbakar dan beberapa helikopter water bombing atau bom air juga sudah lepas landas dari Lanud Roesmin Nurjadin, untuk pemadaman dari udara. ***