
PEKANBARU - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah kekuatan personel untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengepung tujuh titik di Provinsi Riau. Operasi pemadaman jalur darat dan udara terus dipacu guna mencegah meluasnya sebaran api di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto memastikan jajarannya terus menggencarkan upaya pemadaman di lapangan.
"Hari ini Manggala Agni masih melaksanakan pemadaman lanjutan di tujuh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau," jelasnya, Senin (10/8/2026) malam.
Titik Rawan dan Bantuan Lintas Daerah
Untuk penanganan di wilayah Daerah Operasi (Daops) Dumai dan Siak, regu pemadam menyisir Kelurahan Pematang Pudu serta Desa Buluh Apo di Bengkalis, Kepulauan Palika di Rokan Hilir, hingga Desa Bunsur di Kabupaten Siak. Tingkat kerawanan yang tinggi di Kepulauan Palika membuat petugas mendapat tambahan satu regu bantuan dari Daops Labuhan Batu, Sumatera Utara.
Sementara itu, operasi penanganan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan terbilang paling menguras tenaga karena telah memasuki hari ke-12. Estimasi luasan area yang terbakar di hamparan gambut tersebut mencapai 64 hektare, dan tim gabungan baru berhasil mendinginkan sekitar 11,05 hektare.
Amuk Api di Lahan Gambut
Kondisi di Kerumutan belum sepenuhnya terkendali. Karakteristik lahan gambut membuat bara api tetap menyala meski permukaan terlihat sudah padam.
"Statusnya masih belum padam, masih ada api aktif di bawah, permukaan, dan tajuk, serta terdapat pulau-pulau api yang harus ditangani," terangnya.
Menghadapi kondisi ini, tim Manggala Agni Daops Rengat bersama prajurit TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandaerah Hendana mulai memfokuskan strategi pada tahap penyisiran (mopping-up). Petugas dibagi menjadi dua kelompok untuk menyisir sisa bara api mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan memaksimalkan sumber air terdekat.
Kendala Akses dan Sekat Bakar
Kesulitan serupa juga dialami tim di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu. Memasuki hari ke-8 operasi, luas hamparan yang terbakar telah menyentuh angka 50 hektare dengan panjang rambatan api mencapai 2,25 kilometer. Tim harus berhadapan dengan kepala api di sisi timur yang belum bisa dijangkau akibat minimnya akses jalan darat.
Untuk menembus rintangan geografis tersebut, tim gabungan mengambil sejumlah langkah taktis di lapangan:
Seluruh penanganan ini melibatkan kolaborasi masif antara Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, BBKSDA Riau, serta RPK dari sejumlah perusahaan sekitar. Untuk mempercepat proses pendinginan, operasi di Pelalawan dan Indragiri Hulu turut didukung oleh dua unit helikopter water bombing.
"Seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Selasa (11/8/2026) hingga seluruh titik api dinyatakan benar-benar padam," tutupnya. ***