KAMPAR - Musibah kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin Kuntu yang berlokasi di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Sedikitnya 290 unit asrama santri ludes dilalap si jago merah pada Senin (10/8/2026) malam.

Insiden ini mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan bangunan yang telah didirikan sejak tahun 2000 oleh pemilik pondok, Ahmad Junaidi. Beruntung, saat api mulai membesar, seluruh santri tengah berada di masjid untuk menunaikan ibadah salat Isya berjemaah.

Kronologi dan Kepanikan di Lokasi

Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, menyampaikan bahwa kemunculan api pertama kali disadari oleh dua orang santri, yakni Furqon (14) dan Wahid (14), saat mereka kebetulan melintas di area asrama.

"Saat kejadian ada santri melihat asrama di kompleks pondok sudah terbakar. Mereka ini lihat api muncul di salah satu asrama," terangnya, Selasa (11/8/2026).

Melihat kobaran api yang mulai membesar, kedua santri tersebut seketika berlari memanggil para pengurus pondok dan warga sekitar. Upaya pemadaman awal pun langsung dilakukan oleh warga dan para santri dengan peralatan seadanya, menggunakan ember dan gayung untuk menyiramkan air.

Material Kayu Percepat Penyebaran Api

Banyaknya bangunan asrama yang terbuat dari material kayu membuat api dengan cepat menjalar dari satu unit ke unit lainnya. Meskipun berbentuk blok asrama yang terpisah, kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api sangat sulit dikendalikan pada fase-fase awal.

"Kondisi pondok memang terbuat dari kayu, api cepat menjalar dan sulit dipadamkan di lokasi," imbuhnya.

Kerja keras memadamkan api secara menyeluruh baru membuahkan hasil sekitar pukul 00.10 WIB dini hari. Proses pemadaman dan pendinginan turut dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari perusahaan di sekitar lokasi serta petugas dari dinas terkait.

Penyelidikan dan Estimasi Kerugian

Setelah api benar-benar padam, pendataan di lapangan memastikan sebanyak 290 asrama telah rata dengan tanah. Pihak kepolisian juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

"Untuk kerugian yang dialami sementara untuk korban jiwa nihil. Kalau kerugian materil diperkirakan mencapai Rp3.045.000.000," urainya.

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Jajaran Polsek Kampar Kiri tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi guna mengungkap penyebab pasti dari kebakaran tersebut. ***