PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai kalangan. Hal itu dilakukan dengan berbagai program dalam mewujudkan Pekanbaru sebagai kota metroplitan yang madani. Di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus MT banyak terobosan yang sudah dilakukan.

Salah satunya, yakni menaikkan level status Puskesmas Sidomulyo menjadi Rumah Sakit Tipe D yang dilaksanakan seiring berkembang pesatnya pembangunan di perkotaan Pekanbaru. Untuk mengimbanginya, dirasa perlu menyiapkan pelayanan kesehatan lebih memadai. Selama ini Pekanbaru hanya memiliki Puskesmas rawat inap, Pustu, selebihnya merupakan milik Pemerintah Provinsi Riau.

''Ini sangat bermanfaat untuk mendekatkan akses kesehatan masyarakat yang jauh dari perkotaan, sekaligus salah satu langkah menuju kemandirian di bidang kesehatan. Jadi, warga tak perlu khawatir memperoleh layanan kesehatan secara optimal. Ini juga bagian penting yang tak terpisahkan dari layanan kesehatan berbasis masyarakat,” kata Walikota.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4364.jpgBagan rencana gedung Rumah Sakit Umum Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti Tampan.

Tak hanya dari segi fasilitas, seiring pelaksanaan kegiatan diresmikannya Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo itu, Walikota Firdaus kembali menggelontorkan terobosan perdana guna mendukung manajemen operasional agar bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Program tersebut adalah menerapkan Pola Pengelolaaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK- BLUD), dengan memandang sektor pelayanan kesehatan yang merupakan wajah pemerintah dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang baik, kata walikota, bukan hanya ditentukan dari kelengkapan fasilitas dan jumlah tenaga medis, melainkan sangat bergantung kepada sikap mental para tenaga medis saat melayani masyarakat yang butuh pertolongan di Puskesmas.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4363.jpgWalikota melihat bentuk rencana pembangunan RSU Pekanbaru.

"Pelayanan yang ramah bagai sugesti bagi masyarakat yang menderita sakit untuk segera sembuh, keramahan juga obat penawar bagi masyarakat yang sakit atau keluarga yang mendampingi pasien di rumah sakit. Maka kami harapkan seluruh dokter, perawat, maupun bidan, agar selalu memberikan yang terbaik dalam membantu masyarakat,” imbuh Walikota.

Selain peningkatan Puskesmas, saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggesa penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pekanbaru. Struktur bangunan RSUD sudah 100 persen siap, hanya tinggal pengerjaan arsitektur dan juga mekanika elektrik.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4362.jpgGedung Puskesmas Rawat Inap Siadomulyo.

RSUD milik Pemko Pekanbaru di bangun di bekas taman kota Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan. Dalam pengelolaannya rumah sakit menerapkan konsep green hospital yang menjadi kelebihan tersendiri, didukung konsep hijau dengan landscape gedung unik menarik menjadikan pasien terasa nyaman.

''RSUD ini akan dilengkapi dengan landscape yang tertata rapi dan sangat luas, menjadikan sarana terasa bukan rumah sakit, melainkan menjadi rumah sehat. Didukung juga dengan konsep modern dengan pelayanan petugas yang professional dan ramah. Sehingga tak kan kalah bersaing dengan rumah sakit tingkat nasional, diharapkan masyarakat Pekanbaru memiliki pemahaman tentang menjaga kesehatan melalui program yang diterapkan,'' kata Walikota Pekanbaru, Dr.H.Firdaus.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4361.jpgWalikota meninjau persiapan peralatan medis di Puskesmas Sidomulyo.

Dukungan dari warga kota, kata Wako, akan menjadi modal besar dalam setiap program pembangunan yang akan dirancang.

Anggota DPRD Pekanbaru Herwan Nasri berharap antara Pemko Pekanbaru dengan perusahaan kontraktor pelaksana bisa bersinergi memanfaatkan waktu pengerjaan, agar sarana yang diharapkan masyarakat bisa segera dimanfaatkan.

''RSUD ini telah lama dinantikan warga Pekanbaru, penantian sekian lama tentu tidak membuat kami lengah dan terus mendukung hingga pengerjaan RSUD Tipe C selesai. Kami juga ikut mengawasi pengerjaan pembangunan, itu perwujudan harapan masyarakat yang diletakkan dipundak kami,” kata Herwan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4360.jpgWalikota meninjau persediaan obat-obatan.

Kabid pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Rahmad mengatakan, setelah berdiri, rumah sakit ini akan memperoleh bantuan alat kesehatan (alkes) dari APBN. Izin operasional RS Pekanbaru sendiri saat ini masih dalam tahap pengurusan ditingkat pusat.

''Antisipasi agar Rumah Sakit Pekanbaru tetap dapat difungsikan tepat waktu, kemungkinan Pemko Pekanbaru akan mengalokasikan dana pengadaan alat kesehatan pada APBD 2017 mendatang. Disamping juga akan diajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau,” papar Rahmad.

Dalam APBD Kota Pekanbaru sendiri, pada 2017 mendatang Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengusulkan anggaran sekitar 10 persen dari total anggaran. Bila itu dipenuhi, diyakini Rahmad dana ini akan sangat membantu untuk pengadaan alat kesehatan agar bisa berfungsi optimal.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/rspekanbar-4359.jpgWalikota mencoba meniti kerikil sebagai terapi kesehatan di taman Puskesmas Sidomulyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Helda S. Munir menyampaikan, dengan diterapkannya PPK- BLUD maka 20 Puskesmas di Pekanbaru harus memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Meski diakui untuk pelayanan kesehatan saat ini di Pekanbaru masih ada kendala yang harus dihadapi, salah satunya terkait SDM dan lainnya, terutama di kelas Poned dan rawat inap.

"Diberlakukannya PPK- BLUD, otomatis 20 puskemas sudah harus memberi pelayanan 24 jam, dana karotasi dari BPJS serta sumber lain bisa dikelola sendiri oleh Puskesmas yang bersangkutan," sampai Helda. (adv/humas)