
PEKANBARU, GORIAU.COM - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Medan, kesulitan dalam mengidentifikasi penyebab kebakaran pasar Cikpuan Pekanbaru. Alasannya, lantaran puing-puing kios, sebagian telah berpindah posisi, bahkan ada yang dibawa oleh pemiliknya. Padahal lokasi kebakaran ini sejak semalam sudah dipasangi garis polisi.
Untuk mencari penyebab kebakaran, tim Labfor biasanya menelaah dari tiap puing bangunan bekas terbakar. Darisini nanti bisa diketahui dari mana asal api dan penyebab musibah. "Tapi lokasi tidak bisa dianalisa, karena puing bangunan yang terbakar sudah pindah dari lokasi awal," sebut salahseorang anggota tim, Kompol Yudhi.
Bahkan sebagian lainnya tampak telah mendirikan kios darurat dengan perpaduan bahan bangunan lama dan yang baru, yang sebelumnya mereka kumpulkan dari lokasi kebakaran. Ini yang disinyalir mempersulit tim untuk mencari jejak awal dalam musibah tersebut. "Ini akan sangat sulit, karena lokasi sudah tidak steril lagi," tukasnya singkat.
Adapun Polresta Pekanbaru, mendatangkan dua orang tim Labfor Medan, untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang telah meluluhlantakkan ratusan kios di pasar Cikpuan tersebut. Mereka berdua yakni Kompol yudhi dan Ipda Reno. Saat dilokasi, tim langsung memetakan titik, lalu mengambil beberapa sampel gambar untuk dipelajari.
Sebelumnya, kobaran api di pasar Cikpuan pada Senin malam tadi, meratakan kios-kios yang didominasi oleh bangunan papan. Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengantisipasi api supaya tidak merembes ke bangunan lainnya. Hampir tiga jam berjibaku, petugas akhirnya mampu menjinakkan api. Sementara pemilik kios sebagian berhasil menyelamatkan barang, dan sisanya harus merelakan usahanya ludes sekejap mata. (had)