PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mendapati perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dari 2009 hingga 2012 atau kurang lebih 3 tahun mengalami fluktuasi. Namun meski demikian, saat ini posisi demokrasi di Riau masih berada di posisi sedang.

Dilihat dari potretan BPS Riau terhadap IDI, demokrasi di Bumi Lancang Kuning bisa dibilang 'terjun bebas' atau turun drastis sejak 2009. Namun kembali mengalami kenaikan mulai 2013 lalu.

Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad, Jumat (4/7/2014), sejak 2009 hingga 2012, IDI di Riau mengalami fluktuasi, tapi ini cenderung ke arah menurun. Pada 2009, BPS Riau memotret IDI sebesar 71,45 persen, kemudian 2010 turun menjadi 70,65.

Namun pada 2011 berada pada angka yang sama, yakni sebesar 70,65 persen. Berlanjut pada 2012 yang kembali mengalami penurunan sebesar 67,00 persen. "Namun akhirnya kembali naik pada 2013 menjadi 68,37 persen," papar Mawardi.

Meski kembali mengalami peningkatan pada 2013, namun tingkat demokrasi di Riau ini masih berada pada posisi kategori sedang. Sebab indeks tersebut berada di angka 60-80 persen.

Dipaparkan Mawardi, BPS Riau melakukan penghitungan IDI didasarkan pada 3 kelompok kategori. Pertama kategori baik. Dimana kategori ini memperkirakan kekuatan demokrasi berada pada 80-100.

Kedua, kategori sedang. Dimana kisaran kekuatan demokrasi berkisar pada angka 60-80. Lalu kategori buruk pada angka di bawah 60. Sementara untuk di Riau, diketahui tingkat demokrasi berada di posisi sedang.

Lebih jauh dijelaskan Mawardi, angka IDI untuk Riau merupakan indeks komposit yang disusun dari skor beberapa aspek. Di tahun 2013, aspeknya terdiri dari kebebasan sipil (77,71 persen), aspek hak politik (52,19 persen), dan juga di aspek dalam demokrasi (82,32 persen).(rul)