SELATPANJANG, GORIAU.COM - Puluhan pekerja Jembatan Selat Rengit (JSR), Jumat (4/7/2014) datangi PT Lending Mas dan PT Mangkubuana, yang merupakan kantor Cabang PT Nindya Karya di Jalan Kelapa Gading Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Keadatangan puluhan pekerja ini dalam hal menuntut gaji yang belum dibayar sejak 2 bulan belakangan.


Sebagaimana diungkapkan salah seorang pekerja JSR yang berasal dari Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Efendi, ketika ditemui di sela-sela aksi. Kata Efendi, sudah 2 bulan gaji mereka tak kunjung dibayar, meski sebelum ini mereka kerapkali mendatangi kantor tersebut untuk menanyakan kejelasan pembayaran gaji, namun tak mendapat tanggapan yang memuaskan.
Hal senada juga disampaikan Zakaria. Menurut Zakaria mereka akan mogok bekerja dan melarang pembongkaran tiangbeton dari ponton yang saat inisudah berada di bantaran sungaiSelat Rengit Desa Semukut.
"Jika gaji belum dibayarkan, kami akan mogok kerja," ancam Zakaria.
Kemudian, atas aksi pekerja ini pula, sekitar jam 11.00 WIB, Rasyidi selaku perwakilan perusahaan menghubungi pimpinanan melalui telephone dan diperoleh jawaban bahwa, hingga saat ini pt Mangku buana belum mendapat dana termin dari Pemkab Meranti. Kemudian, bahwa pimpinan perusahaan akan datang ke Selat Panjang untuk menyelesaikan dan membayarkan gaji karyawan, Senin (7/7/2014) mendatang.
Haji Efendi sebagai pemilik perusahan PT Mangku Buana mengijinkan kepada karyawan untuk menjadikan aset yg ada di lapangan sebagai jaminan semen tara hingga hari Senin tgl 7 juli 2014 dengan catatan para karyawan bersedia membongkar tiang beton yg ada di atas ponton dan diturunkan.
Mendengar pernyataan pihak perusahaan begitu, Egy selaku pengawas lapangan mengungkapkan bahwa pihaknya masih merasa keberatan jika gaji belum dibayar sedangkan pekerjaan harus dilanjutkan meski alat perusahaanyang berada dilapangan sebagai jaminannya.
"Kalau bos tidak datang, mau dijual kemana alat ini, sedangkan alat ini belum tentu laku. Saat ini aja kita utang sudah dimana-mana, kalau punya honda dapatlah ngojek, kalau tidak kita mau makan apa," ucap Egy.
Selain itu, rekanan lain saat mendengarkan janji perusahaan sempat meragukan. Sebab, ini bukan kali pertama mereka mendatangi kantor yang beralamat di Kelapa Gading Selatpanjang itu.
"Kita masih kurang yakin kalau perusahaan benar-benar akan menepati janjinya, karena sebelumnya sudah hampir 5 kali kami mendatangi kantor ini, namun hingga sekarang belum ada kejelasannya.Tapi mudah-mudahan dengan kesepakatan kali ini pihak perusahaan akan komit dengan janjinya, karena perjanjian ini di depan sejumlah wartawan dan aparat keamanan," ungkapnya
Setelah dilakukan negosiasi akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB para karyawan yang berunjuk rasa, dapat menerimapermintaan pihak perusahaan danlangsung membubarkan diri.(zal)