
TEMBILAHAN- Penggunaan makanan non beras dan non terigu, diharapkan tidak hanya sekedar disajikan ketika lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) saja.
Namun, lebih jauh, panganan yang dibuat untuk mengurangi konsumsi atau ketergantungan terhadap beras tersebut bisa digunakan juga untuk makanan sehari-hari oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, seperti yang dikatakan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Inhil, Fajar Husin, makanan non beras dan non terigu juga diharapkan bisa menjadi menu utama saat pelaksanaan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Inhil.
''Diharapkan ada dampak positif fari lomba cipta menu non beras dan non terigu, dimana lebih banyak masyarakat yang menggunakan sukun, jagung, sagu dan lain sebagainya selain beras dan terigu,'' sebut Fajah Husin.
Dijelaskannya, setiap satu orang Indonesia rata-rata mengkonsumsi 110 kilogram beras pertahun. Selain itu, di Asia, Indonesia juga terbesar nomor tiga pengguna beras setelah Vietnam dan Mianmar.
''Oleh karena itu, kita sarankan setiap acara Pemkab Inhil untuk mengganti makan siang beras diganti sagu, ubi dan sebagainya. Karena dengan mengkonsumsi lebih sedikit beras, mengurangi penyakit gula,'' tukas Fajar Husin.(*/ayu)