RENGAT,GORIAU.COM - Senjata api (senpi) yang digunakan kawanan perampok saat mengasak uang nasabah Bank Mandiri Airmolek, Herianto alias Among (49), ternyata senpi laras pendek jenis FN 46. Hal itu diketahui dari satu butir selongsong peluru yang ditemukan personil Polsek Pasir Penyu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari hasil pemeriksaan kita, diketahui jenis senjata yang digunakan kawanan rampok tersebut yakni, jenis FN 46", ujar Kapolres Inhu, AKBP Ari Wibowo melalui Kapolsek Pasir Penyu Kompol Mahipal Chaniago kepada wartawan, Rabu (11/2/2015).

Selongsong peluru tersebut didapatkan di TKP. Pasalnya, saat menjalankan aksi perampokan itu, kawanan perampok yang diduga berjumlah empat orang itu sempat mengeluarkan satu kali tembakan keudara, jelasnya.

"Saat ini, dengan dibantu Sat Reskrim Polres Inhu, kita masih melakukan pengejaran. Dari ciri-ciri yang telah kita kantongi, pelaku diduga pemain lama yang telah menguasai daerah Airmolek", tandasnya.

Seperti diberitakan GoRiau.Com sebelumnya, aksi perampokan itu terjadi pada, Senin (9/2/2015) sekira pukul 12.30 WIB kemaren di Jalan Jend Sudirman Airmolek, tepatnya didepan Bank Panin Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu, Riau.

Sebelum kejadian itu, korban yang merupakan Dirut CV Marina Palma itu baru saja mengambil uang sebesar Rp250 juta dari Bank Mandiri dengan mengendarai sepeda motor tanpa pengawalan polisi. Begitu sampai didepan kantornya, korban mengambil uang tersebut yang disimpannya dalam sebuah tas yang diletakan dibawah jok sepeda motor. Dan saat itu pula, tas yang berisi uang tersebut langsung dirampas kawanan rampok tersebut.

Korban sempat melakukan perlawanan dan sempat terjadi tarik menarik antara korban dengan pelaku sehingga uang senilai Rp50 juta yang ada dalam tas itu jatuh ketanah. Dan untuk melancarkan aksinya, pelaku langsung mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan keudara. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materil sebesar Rp200 juta.(jef)