
PEKANBARU – Selama 30 bulan terakhir, petinggi Hamas menggunakan perangkat elektornik buatan Huawei, mulai dari Hp, tablet hingga leptop. Berkat kecanggihan Huawei, Hamas berhasil menyerang Israel.
Hal ini diungkapkan oleh mantan anggota al-Qaeda yang kemudian direkrut jadi mata-mata Inggris, Aimen Dean. Ia mengungkapkan ini seiring munculnya berbagai teori tentang kegagalan intelijen Israel dan otoritas barat dalam mendeteksi rencana Hamas.
"Buat Anda yang bertanya-tanya tentang kegagalan agen intel Israel dalam mendeteksi rencana Hamas, salah satu faktornya adalah Huawei," kata Dean melalui akun X sebagaimana dikuti GoRiau.com dari CNBC Indonesia, Sabtu (14/10/2023).
"Sekarang kita tahu alasan Amerika Serikat (AS) sangat membenci Huawei. Jika Anda tak ingin dimata-matai CIA, beli HP Huawei," kata akun @BeijingDai di X. Akun ini kerap membahas soal teknologi, ekonomi, dan militer seputar China.
Dean mengindikasikan bahwa teknologi Huawei sulit ditembus oleh mata-mata Barat dan Israel. Pasalnya, HP buatan China tersebut sudah dilindungi teknologi keamanan canggih.
Serangan mendadak yang dilancarkan kelompok Hamas ke Israel pada akhir pekan lalu memicu kembali perpecahan di Timur Tengah. Konflik ini pun menjadi sorotan dunia.
Ada yang mengkritisi serangan tersebut menunjukkan kegagalan lembaga intelijen Israel dalam mendeteksi konflik. Saat ini, lebih dari 2.700 korban tewas dalam insiden berdarah tersebut.
Kelompok militan Hamas melakukan serangan pada Sabtu pekan lalu yang dinamai 'Al-Aqsa Flood' melawan Israel. Serangan ini adalah yang terbesar sejak beberapa dekade lalu.
Hamas melakukan penyerangan melalui jalur Gaza. Mereka menyerbu Israel dan menyandera beberapa warga setempat. Foto dan video penyanderaan viral di media sosial. Sebagai tanggapan, Israel membalas dengan serangan bersenjata.***