
PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Wakil Ketua Komisi I DPRD Rokan Hulu yang membindangi persoalan hukum dan pemerintahan, Kelmi Amri SH mengaku belum mengetahui banyak, soal sengketa lahan yang berujung penangkapan enam orang warga Tambusai, Rokan Hulu beberapa waktu lalu.
Atas kejadian ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru, sudah melakukan aksi damai di Mapolda Riau, Jumat (17/10/2014) lalu. Mereka menuntut Kapolda Riau mencopot Kapolres setempat sebagai pihak yang dinilai paling bertanggungjawab.
''Saya baru dapat informasi dari media online. Tapi bagaimana kejadiannya sebenarnya, saya belum dapat laporan. Untuk itu saya belum bisa memberi komentar banyak,'' ujar Kelmi.
Tapi secara umum disebutkan, konflik agraria ini memang sangat berpotensi terjadi gesekan dan harus menjadi perhatian bersama di Rokan Hulu. Hal yang sama juga terjadi di derah lainnya di Riau.
''Terkait adanya penangkapan 6 warga Tambusai, menurut saya mesti di sikapi secara arif. Intinya adalah: penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas," pintanya.
Ia memang berharap harus tajam atas dan bawah. Lalu harus dirunut kembali persoalannya sesungguhnya seperti apa. Apakah benar ada unsur-unsur pidana dalam persoalan yang tengah ditangani tersebut.
''Bila memang ada, sudah semestinya hukum di tegakkan namun prosesnya harus berkeadilan. Lalu bila konflik agraria itu masuk ke ranah perdataa, kita yakin kepolisian sudah paham dengan garis koridor dan kewenangannya," tambah Ketua Fraksi Demokrat ini. ***