SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Kepolisian Daerah Riau berkomitmen untuk memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi. Sebab, berbagai dampak lingkungan yang mengancam nyawa manusia sudah mulai terlihat.

"Hingga saat ini, data yang berhasil kami himpun ada sekitar 2.000 mesin Dompeng yang beroperasi di Kuansing," ungkap Kapolda Riau Brigjend (Pol) Drs. Condro Kirono, MM. MHum saat meresmikan beberapa proyek institusi Polri se-Riau di Koto Gasib, Kabupaten Siak, Selasa (18/2/2014).

Dikatakan Condro, air raksa yang digunakan para penambang sudah mencemari sungai-sungai di Kuansing, terutama Sungai Kuantan. Berbagai upaya telah dilakukan, hingga penangkapan 22 orang beberapa hari yang lalu. Dari jumlah tersebut, Polda Riau menetap lima orang sebagai tersangka.

"Ini yang menjadi fokus kami untuk wilayah Kabupaten Kuansing," katanya.

Sementara itu, beberapa elemen masyarakat seperti Aliansi Mahasiswa Peduli Kuansing (AMPK) meminta Polda tidak hanya menangkap warga, yang notabenenya hanya mencari makan. Namun, para pemodal harus juga ditangkap. Begitu juga dengan adanya dugaan aparat yang minta 'jatah', harus dibersihkan.

Menanggapi hal itu, Kapolda Riau melalui Kabag Humasnya, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan akan terus lakukan pengembangan atas kasus PETI di Kuansing.

"Penyelidikan kami tidak hanya sampai disini, kami akan lakukan pengembangan. Sampai, para cukong-cukong tersebut tertangkap," ungkapnya kepada GoRiau.com saat mendampingi Kapolda Riau di Siak.

Ia menyatakan, proses pengembangan kasus PETI dimulai dari para tersangka yang saat ini ditahan. Guntur berjanji akan menyeret para cukong tersebut.

Terkait tudingan adanya aparat yang selalu mendapatkan upeti dari cukong PETI, Guntur mangaku penyeledikan belum ke arah sana. "Wah, kami belum ke arah sana. Kami fokus ke PETI-nya dulu," katanya.

Walau demikian, Guntur menegaskan Polda Riau akan memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya yang menerima 'jatah'. "Kalau memang ditemukan, pasti akan ada sanksi untuk oknum tersebut," tutupnya.(san)