PEKANBARU, GORIAU.COM - Menanggapi pernyataan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman, yang meminta anggota DPRD turun langsung ke lapangan, Anggota Komisi II DPRD menyatakan siap, jika memang diperlukan.


Hal tersebut diungkapkan salah satu anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diana Dewi, kepada GoRiau.com, Rabu (07/10/2015).


"Kita ini bukan sembarangan ngomong atau asbun, ini sesuai dengan pengaduan masyarakat baik yang langsung ke DPRD, maupun yang mengadu disaat kita reses. Warga mengeluh kalau gas elpiji 3 kg menghilang, kan sudah sewajarnya kita sebagai penyambung lidah mereka, menyampaikan ke Disperindag apa solusinya, apa tindakanya," ucap politisi dari PKS ini.


Menurutnya kalau memang sudah dilakukan tindakan tegas ke pangkalan nakal, Roem Diana mempertanyakan kembali solusi apa yang harus digesa supaya kelangkaan gas elpiji cepat teratasi.


"Kalau memang Disperindag menemukan kejanggalan-kejanggalan, bahkan temuan adanya pemborong gas, pembeli dengan mobil CRV dan lainya, terus apa tindakanya. Kalau memang sudah ada yang di sangsi tegas ya alhamdulilah, tapi solusi kelangkaan ini seperti apa," tanya Roem Diana.


Menurutnya, anggota dewan merupakan perpanjangan tangan masyarakat untuk melaksanakan tupoksinya (Legislating, budgeting dan controlling).


"Seharusnya jika Disperindag mengalami masalah dana dalam pengawasan, ayo ajukan anggarannya kami yang akan membantu memperjuangkan. Kapan saja Disperindag mengajak sidak ke lapangan kami siap, karena memang itulah yang seharus kita lakukan," tegasnya.


Diakuinya, saat ini DPRD sudah menjadwalkan hearing pada hari selasa minggu ke 4 dengan Disperindag dan Pertamina terkait masalah kelangkaan Gas elpiji.


"Kita akan jadwalkan nanti hari selasa di minggu ke empat, karena pada minggu ke dua dan tiga, semua anggota dewan sedang ada pembahasan dan studi banding ranperda pansus. Nanti akan kita identifikasikan masalahnya, mari bersama-sama mencarikan solusinya," pungkasnya.


Warga pun saat ini perlu tindakan nyata baik dari Disperindag dan wakil rakyat. Karena saat ini sudah lengkap penderitaan warga kota Pekanbaru, selain bencana kabut asap yang sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir belum kunjung hilang, kini masyarakat dihadapkan dengan berbagai persoalan seperti pemadaman listrik PLN dan menghilangnya gas elpiji 3 kg di pasaran.(dnl)