SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak diperoleh dari laba atas penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dari empat BUMD yang dimiliki Pemkab Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) merupakan penyumbang PAD terbesar yang jumlahnya mencapai Rp159 miliar pada tahun 2014.


Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Siak Arief Fadillah menjawab GoRiau.com, Jumat (14/11/14).


Dia menjelaskan, hingga 10 November 2014, realisasi PAD Siak sudah mencapai Rp268,1 miliar atau 91,5 persen dari target yang sudah ditetapkan Rp292 miliar.


"Realisasi PAD kita sampai tanggal 10 November sudah 91,5 persen. Target PAD kita awalnya Rp266,2 miliar, tapi setelah APBD-Perubahan bertambah menjadi Rp292 miliar," kata Arief.


Dijelaskan Arief, total PAD Siak diperoleh dari sejumlah item dari izin retribusi, laba penyertaan modal pada BUMD dan sumber lainnya.


"Tapi, perolehan PAD terbesar itu berasal dari PT BSP yang mencapai Rp159 miliar pada tahun ini," jelasnya.


Adapun sumber PAD itu, kata Arief, dari laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah (BUMD), diantaranya, PT Bankriau PAD Rp6,9 miliar, PT Permodalan Siak Rp331 juta, PT BSP Rp159 miliar dan PT Siak Pertambangan dan Energi Rp200 juta.


"Kemudian rincian retribusi daerah, target PAD Rp14 miliar, retribusi jasa usaha Rp4,2 miliar, retribusi perizinan tertentu Rp2,4 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp169 miliar dan target PAD yang bersumber dari perizinan lain-lain yang mencapai Rp48 miliar," pungkasnya.(nal)