JAKARTA, GORIAU.COM - Pemkab Rokan Hulu melakukan konsultasi pendirian Institut Ilmu Alquran (IIQ) ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Rabu (12/11/2014) bertempat di kantor Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.
Rombongan Pemkab Rohul dipimpin Bupati Rohul Achmad, Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, Asisten II Syaiful Bahri, Kadis Pelayanan Terpadu H Bisman, Kabag Umum H Abdul Haris, Kabag Kesra H Fathanalia Putera dan Kabag Humas.
Hadir juga bersama pakar-pakar agama Islam yang akan mengelola IIQ Rohul, Pakar Tafsir Musthafa Umar, Pakar Fiqh Islam, Mawardi Saleh, Pakar Hadits Abdul Somad, Pakar Tasawuf Nurhadi Nixon Husein, praktisi pendidikan Islam Syahruddin, dan sebagainya.
Pemkab Rohul diterima Direktur Pendidikan Tinggi Islam yang diwakili Mizan dan Aceng, Achmad pada kesempatan itu mengatakan, Pemkab Rohul bermaksud untuk mendirikan Institut Ilmu Alquran (IIQ) yang dipusatkan pada Masjid Agung Islamic Centre (MAMIC) Pasir Pengaraian. Untuk itu mohon bimbingan dan arahan, sehingga pendirian IIQ tersebut dapat direalisasikan.
Mizan mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) mengatakan bahwa untuk mendirikan perguruan tinggi Islam diperlukan beberapa persyaratan seperti adanya yayasan yang menaungi perguruan tinggi tersebut, disertai dengan jaminan di bank sebanyak Rp 300 juta sebagai jaminan bahwa proses belajar mengajar berjalan selama lima tahun.
Selain itu, diperlukan minimal 6 orang dosen tetap pada setiap fakultas, bergelar megister dan doctor, yang pendidikannya linier mulai dari S1, S2 sampai dengan S3, ditambah dengan beberapa orang dosen tidak tetap dan dosen terbang, serta dibantu oleh pegawai administrasi. Dan masih banyak persyaratan lainnya, sekaligus menyerahkannya kepada Bupati Achmad.
Rombongan Pemkab Rohul selanjutnya melakukan study banding ke IIQ Jakarta, yang diterima Rektor IIQ Prof Dr Hj Khuzaimah T Yanggo, didampingi oleh Wakil Rektor Warek I, II, dan III, bersama Direktur Pasca Sarjana, Kepala Biro Administrasi, dan Kepala Lembaga-Lembaga seperti Lembaga Tahfidz, Lembaga Tilawah dan lainnya.
Seusai pertemuan, rombongan melihat dan meninjau secara langsung kampus IIQ, proses belajar mengajar, ruangan kelas belajar (RKB), dan fasilitas lainnya, sebagai acuan dalam rangka membangun kampus dan fasilitas IIQ Rohul
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa pendirian IIQ Rohul adalah salah satu bentuk komitmen Pemkab Rohul untuk mewujudkan Rohul sebagai Negeri Seribu Suluk yang ditandai dengan berdirinya lembaga-lembaga pembelajaran Alquran, seperti IIQ dan SMP Tahfizh Alquran.
Selain itu, dengan adanya IIQ ini nanti, maka akan menjadikan Rohul sebagai kiblat pendidikan dan pembelajaran Alquran di Riau, sebab IIQ ini adalah satu-satunya saat ini yang ada di Riau. Jika orang ingin belajar Alquran secara ilmiah dan modern, maka orang akan datang ke Rohul.
Dengan demikian, maka kehadiran IIQ ini akan mengembalikan kejayaan Islam Melayu Riau dalam bentuk lain, khususnya dalam bentuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, yang dibangun berdasarkan nilai-nilai Alquran.
''Sejarah mencatat bahwa kehadiran Alquran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, telah melahirkan peradaban baru yang mengagumkan di belahan dunia, bukan hanya di Asia tetapi sampai ke Eropa, dalam hal ini Spanyol,'' tandas Ahmad Supardi. (ram)