
PANGKALAN KERINCI – Forest Stewardship Council (FSC) hadir di Kabupaten Pelalawan untuk mendorong dialog terbuka bersama para pemangku kepentingan terkait implementasi kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan. Dalam forum yang digelar di Gedung Aula Bappeda Pelalawan, Senin (24/3/2025), Bupati Pelalawan, Zukri, menyampaikan dukungan terhadap program FSC, namun menegaskan bahwa kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.
“Kami ingin kehadiran perusahaan benar-benar membawa manfaat, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Harapannya, dengan kehadiran FSC, konflik-konflik yang ada selama ini bisa diselesaikan,” ujar Zukri dalam sambutannya.
Meski menyatakan dukungan, Zukri memberikan peringatan keras kepada perusahaan agar tidak menjadikan sertifikasi FSC sebagai legitimasi yang justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Jangan sampai setelah perusahaan mendapatkan sertifikasi, malah masyarakat yang jadi miskin, lingkungan rusak. Kalau itu yang terjadi, kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab utamanya sebagai kepala daerah. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan di Pelalawan harus berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.
“Jangan bawa kepentingan pribadi, kelompok, atau organisasi ke sini. Ini tanggung jawab saya sebagai kepala daerah, dan saya bertanggung jawab di hadapan Allah. Kalau rakyat saya menderita karena ini, saya siap pasang badan,” pungkasnya.
Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun kesepahaman antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan, agar pengelolaan hutan yang berkelanjutan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi kesejahteraan bersama. ***