PEKANBARU, GORIAU.COM - Teater MATAN kembali membentangkan karya mereka. Kali ini naskah berjudul MAkFIAh yang ditulis dan disutradarai Hang Kafrawi dipentaskan di Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), Bandar Serai, dari tanggal 28-30 Mei 2015, pukul 19.45 WIB.
Menurut Hang Kafrawi, yang juga Ketua Teater MATAN ini, pementasan teater MAkFIAh bercerita tentang realitas yang terjadi di negeri ini. Judul MAkFIAh, kata Kafrawi, diambil dari kata mafia.
''Itu sebabnya huruf k dan h menggunakan huruf kecil, tidak kapital. Hal ini meyimbolkan bahwa aktivitas mafia selalu bersembunyi di balik wajah lain. Misalkan, atas nama kesejahteraan, orang terus berjuang, namun atas nama kesejahteraan ini, banyak yang mengambil keuntungan pribadi atau pun kepentingan kelompok,'' ujar Hang Kafrawi.
Selain itu, kata Hang Kafrawi, pementasan ini juga mendedahkan persoalan keinginan manusia untuk berkuasa. Keinginan untuk berkuasa bukanlah kesalahan, namun terkadang keinginan ini menjadi menyalah, ketika kerakusan, ketamakkan, merasa paling berhak dan paling benar, keinginan itu pun ternodai.
''Inilah wajah negeri kita hari ini. Kita merasa paling benar, sehingga kesalahan yang kita lakukan kita anggap benar. Untuk mewujudkan keinganan berkuasa, kita pun membunuh hati nurani, dan kita lupa esensi sebagai manusia yang dilahirkan di muka bumi ini,'' ucap Ketua Jurausan Sastrai Indonesia, FIB Unilak ini.
Hang Kafrawi juga menjelaskan, pementasan yang mereka bentangkan upaya menggugah perasaan kebersamaan. Bahwa, kata Kafrawi, semua manusia memiliki kehendak yang sama, hidup dalam tenteram dan kedamaian. ''Tersebab nafsu yang mengebu-ngebu, baik itu penguasa maupun rakyat jelata, membuat kita lalai akan hakikat kita sebagai manusia,'' jelas Hang Kafrawi.
Sebagai seni pertunjukan, agar pementasan ini menarik dinikmati, Teater MATAN mengundang SPN Iwan Irawan Permadi, seniman tari Riau dan juga Direktur Artistik Lasemana, mengolah geraknya. Untuk menggarap musik, dipercayakan kepada seniman muda Ridho Fatwandi.
''Bagaimanapun juga, seni pertunjukan memerlukan rekayasa agar pementasan menarik. Seni teatermerupakan seni yang komplek, ada seni tari, musik, dan seni rupa. Untuk itulah kami meminta bantuan kepada seniman-seniman yang kompeten di bidangnya,'' ucap Kafrawi.
Untuk membantu biaya produksi, pementasan teater ini akan menjual tiket masuk. Pelajar dan mahasiswa Rp 25.000, Umum Rp 35.000 dan VIP Rp 50.000. (rls)