JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyaluran bahan bakar minyak jenis biodiesel 50 persen atau B50 telah menyentuh angka 80 persen per 31 Agustus 2026.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebutkan tingkat distribusi secara keseluruhan saat ini berada di rentang 75 hingga 80 persen.

"Posisinya itu antara 75-80 persen kalau total penyaluran, ya. Tetapi Pertamina sudah 90 persen," paparnya usai Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Target Distribusi Penuh

Eniya menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh SPBU di Indonesia sudah menyalurkan B50 secara penuh pada 1 Oktober 2026. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian ESDM terus memperketat pengawasan di lapangan.

"Jadi, kami lihat nanti sebulan lagi. Terus kami tetap melakukan pengawasan," tegasnya.

Dampak Signifikan B50

Program mandatori B50 yang resmi bergulir sejak Juli 2026 ini menjadikan Indonesia sebagai pelopor global dalam pencampuran biodiesel sebesar 50 persen. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program B30, B35, dan B40 yang telah diimplementasikan lebih dari satu dekade terakhir.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi kebijakan ini berpotensi memangkas emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 ekuivalen sepanjang tahun 2026. Selain aspek lingkungan, kebijakan ini diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, mendongkrak nilai tambah CPO, serta membuka peluang kerja bagi 2,1 juta orang. ***