PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau, H Annas Maamun memberi target kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran dan Lahan (Karhutla) maksimal 12 hari penyelesaian bencana kebakaran dan kabut asap di Riau yang sudah masuk dalam status darurat.

Target ini tertuang pada rapat koordinasi Pemprov Riau bersama dinas terkait dan tim, Rabu (26/2/2014) malam. Tim ini sendiri mulai bekerja hari ini, Kamis (27/2/2014). Langkah awal yang ditempuh adalah memantau kondisi secara keseluruhan titik panas (hotspot) di kabupaten/kota.

"Besok (hari ini, red) kita mulai bekerja. Kita akan bentuk struktur organisasi dan terbang menggunakan helikopter untuk membaca situasi secara keseluruhan," kata Ketua Tim Satgas Penanggulangan Karhutla, Komandan Korem 031 Wirabima Pekanbaru, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto.

Sementara target 12 hari tersebut disampaikan Prihadi Agus setelah mendapat instruksi dari Gubernur Riau, H Annas Maamun usai rapat tersebut. Hadir dalam pertemuan tersebut semua unsur terkait.

Setelah mendapatkan gambaran kondisi lapangan, semua upaya pemadaman akan dilakukan dengan mengerahkan semua personil yang sudah siap. Posko tim sendiri akan dibuka di Lanud Pekanbaru mulai hari ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Karhutla Bidang Penegakan Hukum, Kapolda Riau, Brigjen Condro Kirono, menjelaskan, untuk tingkat kepolisian sendiri, akan dibentuk sebanyak 13 tim nantinya.

Ke-13 tim tersebut terdiri dari 12 tim dari polres/polresta kabupaten/kota, ditambah satu tim lagi di Polda Riau. "Setiap polres membentuk satu tim, ditambah satu tim dari Polda Riau menjadi 13 tim," kata Kapolda Riau.

Sementara mengenai pelaku pembakar lahan dan hutan saat ini, dijelaskan Kapolda Riau sudah tertangkap sebanyak 26 pelaku dari 31 laporan polisi (LP). Semuanya masih pelaku individu.

"Namun akan kita dalami terus apakah pihak perusahaan terkait juga terlibat dalam karhutla ini," terang Kapolda.***