
PEKANBARU – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, memberikan klarifikasi terkait masalah anggaran dan penyelesaian infrastruktur di Provinsi Riau. Menurut Erisman, keterbatasan anggaran bukanlah indikasi bahwa tidak ada pekerjaan yang dilakukan atau terjadi tindak korupsi.
"Bukan tak ada kerja, bukan dikorupsi juga, anggaran APBD kita yang tak mampu untuk memperbaiki semuanya," ujar Erisman kepada GoRiau.com, Kamis (25/5/2023).
Erisman Yahya mengungkapkan bahwa meski anggaran terbatas, penyelesaian infrastruktur tetap menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Riau.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Riau telah bekerja keras dalam menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan infrastruktur di Riau telah mencapai 64 persen pada 2022. Angka ini mendekati target RPJMD yang menetapkan capaian 65 persen.
"Kalau mengacu target RPJMD yang diamanahkan kepada Gubernur Riau (Gubri), itu sudah tercapai, karena RPJMD kan menargetkan 65 persen, sementara pada 2022, sudah tercapai 64 persen," jelas Erisman.
Erisman Yahya juga optimis bahwa hingga akhir masa jabatan Gubernur Riau, capaian pembangunan infrastruktur bisa melebihi target yang ditetapkan oleh RPJMD.
"InsyaAllah hingga habis masa jabatan Gubri, bahkan bisa melebihi target RPJMD. Jadi sebenarnya sudah prestasi," tutupnya. ***