
SELATPANJANG - Suasana haru menyelimuti Gedung Serbaguna Cik Ani Ucok, Jalan Rintis, Selatpanjang, Minggu (7/6/2026). Ratusan pasang mata wali murid berkaca-kaca melihat anak-anak mereka yang masih belia kini mampu tampil percaya diri melantunkan ayat suci, hadis pendek, dan doa-doa harian.
Pemandangan ini terekam jelas dalam acara Wisuda Tahfiz dan Penyerahan Kembali Siswa-siswi Lembaga Tahsin Tahfiz Al-Qur'an (LTTQ) serta Kelompok Bermain (KB) Dayung Serempak Angkatan VI Tahun Ajaran 2025/2026. Momen pelepasan ini membuka tabir panjang perjuangan para pendidik dalam merubah karakter anak-anak yang awalnya sulit diatur.
Perwakilan wali murid, Siti Nur Hasanah tidak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menceritakan bagaimana proses panjang yang harus dilewati anak-anak mereka sebelum akhirnya berdiri di atas panggung wisuda.
"Dulu anak-anak kami ada yang masih sering menangis, malu-malu, bahkan sulit diatur. Namun hari ini mereka sudah lebih percaya diri, mampu tampil di depan umum, hafal doa-doa harian, hadis-hadis pendek, dan ayat-ayat Al-Qur'an. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai orang tua," tuturnya dengan nada bergetar.
Siti juga melontarkan rasa syukur mendalam kepada para tenaga pendidik yang tidak lelah membimbing siswa. Ia menyadari bahwa proses transformasi karakter anak menuntut ketelatenan yang luar biasa dari ustaz dan ustazah.
Kerja keras para guru ini rupanya tidak luput dari pantauan pemerintah daerah. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin yang hadir langsung di lokasi, mengaku takjub dengan kesabaran para tenaga pengajar.
"Saya melihat sendiri bagaimana guru-guru di sini bekerja dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Mendidik anak usia dini membutuhkan perhatian khusus dan perjuangan yang tidak ringan," jelasnya.
Menurutnya, membentuk mental baja dan akhlak mulia sejak dini adalah fondasi paling krusial sebelum anak-anak terjun ke lingkungan sosial yang lebih luas. Tengku Arifin merasa para pendidik di lembaga tersebut pantas mendapatkan penghormatan tertinggi atas dedikasi tanpa pamrih mereka.
"Karena itu, para guru dan ustazah patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya," tambahnya menutup sambutan. ***