
PEKANBARU, GORIAU.COM - Tidak ingin dijarah lagi, akhirnya Dispora Riau mengambil inisiatif untuk menyelematkan salah satu aset yang paling berharga yang melekat di Venue Lapangan Menembak, Rumbai, yakni Travo berkapasitas 555 kVA.
Dari beberapa aset yang tertinggal, hanya Travo tersebut dinilai paling berharga yang mungkin memberikan peluang bagi penjarah kembali untuk mengambilnya. Diperkirakan, harga Travo berkapasitas 555 kVA tersebut mencapai satu miliar lebih.
"Tentunya angka yang luar biasa bagi orang yang ingin mengambilnya. Apalagi jika mereka pandai mempretelin satu persatu perangkatnya, akan lebih berharga lagi," kata Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Khairul Rizal kepada GoRiau.com, Kamis (28/11/2013).
Selain Dispora Riau, ternyata pihak PLN juga mengambil dan mengamankan Travo mereka yang melekat di sana. Karena dijelaskannya, ini mengatakan ada dua Travo yang terpasang di Venue Lapangan Menembak, satu milik Dispora Riau dan satunya lagi milik PLN.
Travo PLN tersebut memiliki kapasitas 100 kVA. Jika dikalkulasikan, lebih kurang harganya Rp200 jutaan. "Mereka juga tidak ingin peralatan (travo, red) mereka hilang percuma. Jadi ikut mengamankan travo tersebut," kata pria yang akrab disapa Al ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, hampir seluruh aset Venue Lapangan Menembak dijarah orang tak dikenal sejak Januari 2013. Diperkirakan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp3.6 miliar. Total kerugian tersebut didapat setelah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau melakukan ceklis kelengkapan aset yang melekat di Venue Lapangan Menembak, Rumbai dan sesuai arahan serta petunjuk dari BPK.
Beberapa aset berharga yang lenyap tersebut diantaranya Panel Tegangan Menengah, Outgoing Load Break Switch Cubicle, kabel-kabel pada Transformator dan Panel Kontrol Genset, Sistem Tata Suara dan beberapa yang lainnya seperti pecahana kaca dan rusaknya beberapa pintu utama.
Menyikapi hal tersebut sebelum terbentuknya Badan Pengelola, Dispora Riau sebagai penanggung jawab mengaku telah mengusulkan anggaran untuk mengenai operasional pengamanan penjagaan venue terkait. Setidaknya usulan dengan besaran lebih kurang Rp200 juta sudah diajukan beberapa kali, namun Dispora mengklaim belum juga disetujui.(tri)