SELATPANJANG - Anggota Legislatif dari Komisi B DPRD Kepulauan Meranti meminta Unit Layanan Pengadaan (ULP) memaksimalkan koordinasi ke Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD). Hal itu perlu digesa agar pembangunan di Kepulauan Meranti tahun 2017 tidak gagal.

Demikian disampaikan Asmawi dan Taufiek, ketika ditemui di ruan Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Senin (13/2/2017).

"Kita minta ULP maksimalkan koordinasi ke OPD baru agar pelelangan dipercepat," kata Asmawi.

"Kita tidak ingin pembangunan di Meranti gagal. Pokoknya tahun ini pembangunan di Kota Sagu harus maksimal dirasakan masyarakat," tambah Taufiek.

Sejauh ini, pantauan dua wakil rakyat itu, belum ada pelelangan pekerjana fisik di web LPSE. Untuk itu, mengantisipasi terjadinya keterlambatan pelelangan yang menyebabkan terlambatnya pekerjaan, mereka mewanti-wanti ULP. "Belajarlah dari pengalaman tahun lalu (2016, red). Jangan sampai itu terulang lagi," pesan Asmawi dan Taufien.

Di tempat terpisah, Kabag ULP Setdakab Kepulauan Meranti Eldy Saputra SPi mengaku sudah menempuh beberapa upaya. Seperti melakukan sosialisasi-sosialisasi percepatan pelelangan ke SOPD. Memang, saat ini belum ada pengimputan pekerjaan oleh masing-masing OPD.

"Kita sudah surati masing-masing PAdan KPA. Kita juga sudah menempuh upaya-upaya percepatanpelelangan itu," kata Eldy.

Eldy juga mengaku bahwa ULP intens melakukan komunikasi dengan OPD yang mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK). Mereka minta pekerjaan dari DAK itu disegerakan, sebagaimana permintaan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi.

"Kita sudah intens berkomunikasi dengan OPD terutama yang mengelola DAK. Kita tunggu sehari atau dua kedepan. Kalau belum juga melakukan pengimputan, kita lapor pimpinan. Kita minta arahannya seperti apa," aku Eldy.

Untuk pengimputan pekerjaan yang akan dilelang itu, kata Eldy tidaklah sulit. Terlebih telah menggunakan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Dimana, dari kantor masing-masing OPD bisa melakukannya dengan catatan, kantor tersebut tersedia jaringan internet. "SIRUP LPSE itu bisa dilakukan dari mana saja. Kemarin ada pembaruan saja, tapi semuanya sudah mengerti," ujar Eldy.

Pantauan GoRiau di Web LPSE Kepulauan Meranti, hingga Senin tanggal 13 Februari 2017 siang, baru ada 16 item pekerjaan yang dilelang. Diantaranya pengawasan peningkatan jalan, pengawasan pembangunan jembatan, dan DED pembangunan jembatan. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini