
PANGKALANKERINCI - Bencana kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di tahun 2015 banyak mengakibatkan kerugian, diantaranya kerugian ekonomi dan gangguan kesehatan. Kebakaran yang terjadi merupakan akibat dari ulah manusia.
Seperti disampaikan Kapolda Riau, Bambang Dolly Hermawan, saat memimpin apel Forum Masyarakat Gotong-royong Melawan Karlahut, bertempat di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (19/2/2016).
Akibat terjadinya karlahut, banyak jadwal penerbangan yang terganggu serta begitu banyak masyarakat di Riau yang terkena penyakit akibat kabut asap, seperti ISPA dan sesak pernafasan.
"90 persen penyebabnya bukan faktor alam, semua akibat ulah manusia," tegasnya.
Tegas Kapolda lagi, di tahun 2016 pihaknya akan berusaha agar tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Program yang akan dilakukan untuk mengatasi karlahut, yaitu sosialisasi kepada masyarakat desa, pembuatan kanal stoking pada daerah gambut," terangnya.
Diakhir sambutan, Kapolda menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada seluruh stake holder yang ikut terlibat dalam upaya mencegah karlahut.
Usai acara penandatanganan MoU kesepahaan antara perusaahan dengan Polri untuk pencegahan dan penanggulan karlahut, Direktur PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), Rudi Fajar menyatakan jika pihaknya tetap berkomitmen dalam upaya pencegahan.
Bentuk komitmen RAPP terhadap pencegahan dan penanggulangan karlahut juga diwujudkan melalui sosialisasi ataupun pelatihan. Komitmen juga dibuktikan melui penandatanganan MoU dengan Polda Riau.
"Berbagai upaya terus kita lakukan, mulai berkolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti kepolisian dan pemerintah, dengan melakukan sosialisasi, pelatihan ataupun program pencegahan, Desa Bebas Api yang baru saja kita luncurkan tahun 2016 ini," tandasnya.(***)