SELATPANJANG, GORIAU.COM - Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2015) pagi menggelar pelatihan Jurnalistik Sastra. Pelatihan jurnalistik dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tingkat kabupaten di Selatpanjang itu pun mendapat apresiasi khusus dari narasumber, Taufik Ikram Jamil.
Bagaimana tidak, menurut Taufik Ikram Jamil, materi Jurnalistik Sastra ini sangatlah berat. Namun demikian, Taufik melihat gaya penulisan jurnalist sastra ini merupakan gaya penulisan yang dibutuhkan untuk masa depan. Mengingat, gaya penulisan straight news di cetak sudah kalah dari media elektronik.
"Ini apresiasi khusus untuk PWI Meranti. Gaya penulisan jurnalistik sastra ini akan jadi gaya penulisan jurnalist yang akan datang," ujar Taufik.
Kata Taufik Ikram Jamil juga, penulisan straight news sudah biasa dan bisa diakses di media elektronik, secara cepat. Namun, bagi wartawan khususnya media cetak perlu berkreasi karena pembaca akan jenuh kepada satu penulisan (straight news).
"Menulis sastra itu sangat berat. Saya juga sempat kaget ketika diminta untuk memberikan materi ini," ujar laki-laki berumur lebih setengah abad itu lagi.
Hadir dalam acara tersebut, puluhan insan pers yang sehari-hari menjalankan tugas jurnalistiknya di Kota Sagu Kepulauan Meranti.
Dapat disampaikan pula, pelatihan jurnalistik sastra ini merupakan satu agenda dalam rangkaian peringatan HPN tingkat Kabupaten di Selatpanjang Kepulauan Meranti. Selain pelatihan, juga ada kegiatan sosial, lomba karya tulis, lomba foto, jalan sehat, dan malam puncak, tanggal 7 Juni 2015.
(zal)